in

Hasil Riset Bawaslu Jateng, Kendal dan Purworejo Masuk Kategori Rawan di Pilkada 2020

Anik Solihatun, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Tengah saat memaparkan hasil riset indek kerawanan pilkada (IKP) 2020 di Kota Semarang, Kamis (5/3/2020).

 

HALO SEMARANG – Kabupaten Kendal dan Kabupaten Purworejo masuk dalam kategori kerawanan tinggi jelang Pilkada 2020. Hal itu diketahui dari hasil riset indek kerawanan pilkada (IKP) 2020 yang dilaksanakan Bawaslu Jateng.

Anik Solihatun, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Tengah mengatakan, Bawaslu RI telah meluncurkan hasil riset indek kerawanan pilkada (IKP) 2020 secara nasional pada 25 Februari 2020 lalu. Setelah diluncurkan di tingkat pusat, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah juga melakukan desiminasi hasil IKP khusus 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang menggelar Pilkada 2020.

Desiminasi dilaksanakan di Kota Semarang pada Kamis, 5 Maret 2020. Dasar hukum dan landasan Bawaslu menyusun IKP adalah Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016.

“Tugas Bawaslu salah satunya mengidentifikasi dan memetakan potensi kerawanan serta pelanggaran Pemilu.
Adapun definisi kerawanan menurut Bawaslu adalah segala hal yang dapat menghambat atau mengganggu proses Pemilu/Pilkada yang demokratis,” kata Anik Solihatun, Kamis (5/3/2020).

Adapun tujuan dari penyusunan IKP ini adalah, sebagai alat untuk mengetahui dan mengidentifikasi ciri, karakteristik, dan kategori kerawanan. Selain itu juga sebagai alat pemetaan, pengukuran potensi, prediksi, dan deteksi dini.

“Penyusunan IKP ini melibatkan jajaran Bawaslu kabupaten/kota. Mereka menyetorkan data faktual untuk diolah Bawaslu RI. Data tersebut terkait dengan empat dimensi, yakni konteks sosial politik, pemilu yang bebas dan adil, kontestasi dan partisipasi pemilih,” katanya.

Hasil IKP menunjukan, dari 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah ada dua daerah yang masuk kategori kerawanan tinggi, yakni Kendal dengan skor 65,33 dan Kabupaten Purworejo dengan skor 57,38. Adapun 19 daerah lain masuk kategori sedang dengan skor antara 43,58 hingga 54,52.

“Secara umum, tingkat kerawanan di masing-masing daerah memiliki skor yang berbeda-beda di masing-masing dimensi.
Dalam dimensi konteks sosial politik, misalnya, Sukoharjo menempati skor tertinggi dengan 55,59. Dalam dimensi penyelenggara pemilu yang bebas dan adil, skor tertinggi di Kendal dengan 60,36. Adapun peringkat kedua adalah Demak. Dalam dimensi kontestasi ditempati Kendal dengan skor 71,68. Adapun dalam konteks partisipasi ditempati Purworejo dengan skor 84,75 persen,” papar dia.

Dari hasil tersebut menunjukan bahwa masing-masing kabupaten/kota memiliki tingkat kerawanan masing-masing, sesuai dengan dimensi yang ada.

Setidaknya, ada empat isu strategis yang harus menjadi perhatian di seluruh kabupaten/kota yang menggelar Pilkada 2020 di Jawa Tengah. Yakni, keberpihakan aparatur pemerintah dalam mendukung dan menfasilitasi peserta Pilkada, politik transaksional pasangan calon, tim kampanye dan tim sukses, penggunaan media sosial dalam penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, serta penyusunan daftar pemilih yang tidak akurat.

Dari hasil IKP ini, Bawaslu Jawa Tengah juga mengeluarkan beberapa rekomendasi, yaitu untuk penyelenggara Pemilu diharapkan meningkatkan pelayanan terutama terhadap proses pencalonan (perseorangan dan partai politik), akurasi data pemilih, dan peningkatan partisipasi masyarakat.

“Sementara untuk jajaran Polri, TNI, BIN, dan Binda diharapkan dapat menguatkan koordinasi untuk mencegah potensi konflik horisontal dan vertikal berdasarkan pemetaan dari IKP. Sedangkan untuk pemerintah daerah, diharapkan bisa memastikan dukungan pelaksanaan Pilkada dan mengintensifkan forum-forum komunikasi (Forkopimda, FKUB) untuk konsolidasi dan pencegahan potensi kerawanan,” paparnya.

Khusus untuk partai politik, juga diharapkan bisa meningkatkan akses dan keterlibatan masyarakat dalam proses pencalonan dan melakukan pendidikan politik yang intensif sepanjang tahapan Pilkada.

“Ormas dan OKP yang ada di daerah juga kami rekomendasikan agar memperluas jaringan pemantauan Pilkada untuk meningkatkan kesadaran berpolitik yang demokratis,” tandasnya.(HS)

Punya Sejarah Manis Lawan Persela, Manajemen PSIS Patok Target Poin Penuh di Lamongan

Semarang Sukses Bertransformasi, Layak Jadi Contoh Daerah Lain