Hasil Evaluasi, Angka Partisipasi Pemilih di Kabupaten Kendal Naik Dibanding Pilkada 2015

Ketua KPU Kabupaten Kendal, Hevy Indah Oktaria.

 

HALO KENDAL – Partisipasi pemilih Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kabupaten Kendal mencapai 75,95 persen, atau naik 8,53 persen dibanding dengan Pilkada tahun 2015 yang hanya 67,42 persen. Padahal Pilkada Kendal kali ini digelar di tengah masa pandemi Covid-19.

Ketua KPU Kabupaten Kendal, Hevy Indah Oktaria mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepada seluruh pihak dan masyarakat Kabupaten Kendal, atas suksesnya penyelenggaraan Pilkada 2020 sehingga berjalan dengan kondusif.

“Kami juga berterima kasih kepada TNI dan Polri yang telah mengawal dan mengamankan pelakasaan pilkada. Sehingga tidak ada kejadian yang mengganggu pelaksanaan Pilkada,” ungkapnya.

Hevy menambahkan, dari hasil evaluasi, untuk tingkat ketidakhadiran tahun ini kecil jumlahnya dibandingkan pilkada lima tahun lalu.

“Untuk ketidakhadiran 24,05 persen. Artinya masyarakat Kendal sudah sadar, untuk memberikan hak suara dalam menentukan masa depan daerah kita,” ujarnya.

Dikatakan, ketidakhadiran bukan karena golput. Namun di Kabupaten Kendal banyak warga yang ada di luar negeri. Sehingga tidak mungkin mereka pulang untuk mencoblos.

Hevy merasa bersyukur, jika tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkada tahun ini cukup tinggi. Bahkan ada beberapa desa yang membuat TPS dengan cara yang unik, dalam rangka menarik partisipasi pemilih untuk datang ke TPS.

“Dengan naiknya angka partisipasi, maka bisa menekan anka ketidakhadiran pemilih. Tidak hadir bukan berarti golput. Karena kondisi warga yang bekerja di luar negeri, maupun di luar daerah yang tidak bisa pulang,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.