Hartopo : Perlu Sinergi Atasi Banjir di Kudus

Bupati Kudus HM Hartopo dalam rapat paparan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, serta perwakilan perusahaan, di gedung Command Center Diskominfo, Selasa (27/4). (Foto : Laman Pemkab Kudus)

 

HALO KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo mengungkapkan pentingnya sinergi semua pihak untuk mengatasi persoalan banjir di Kabupaten Kudus. Bentuk dari sinergi tersebut, termasuk dalam mengatasi banjir akibat luapan Kali Gelis.

Hal itu disampaikan Bupati Kudus HM Hartopo dalam rapat paparan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, serta perwakilan perusahaan, di gedung Command Center Diskominfo, Selasa (27/4).

“Terjadinya bencana banjir setiap tahun di Kabupaten Kudus, merupakan akibat dari pendangkalan sungai atau sedimentasi, banyaknya sampah, dan adanya hunian di sempadan sungai. Oleh karena itu, perlu sinergi bersama antarinstansi terkait, dalam menangani permasalahan ini, sesuai dengan tugas dan perannya,” kata Hartopo, seperti dirilis laman resmi Pemkab Kudus.

Hartopo juga mengatakan Pemkab terus berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana, untuk memonitor pemeliharaan tanggul dan normalisasi sungai.

“Karena ini merupakan ranah dari BBWS, kami dengan unsur terkait selalu melakukan koordinasi dengan mereka, terkait pemeliharaan tanggul, normalisasi sungai, sampai rencana pembebasan lahan untuk pelebaran sungai,” imbuhnya.

Di Kabupaten Kudus, Kali gelis merupakan sungai terbesar yang membelah di tengah kota. “Oleh karena itu, dalam rapat koordinasi ini ada beberapa hal yang akan saya sampaikan, di antaranya penataan lingkungan sepanjang Sungai Gelis, akan kita lakukan di kawasan tersebut, untuk memastikan aman dan bebas banjir akibat sedimentasi sungai. Selain itu, akan mengoptimalkan potensi wisata di kawasan Sungai Gelis,” tutupnya.

Sementara itu  Kepala BBWS Pemali Juana, M Adek Rizaldi, mengatakan bahwa Sungai Gelis termasuk wilayah Sungai Jragung-Tuntang (Jratun), yang menjadi bagian dari sistem sungai Serang, Lusi, Juana (seluna). Kali gelis dalam hal ini pengolaannya berada pada kewenangan pihak BBWS Pemali Juana.

“Mulai tahun lalu sampai tahun ini, normalisasi sungai gelis terus kami lakukan, hanya saja memang pekerjaan ini hanya dapat kami kerjakan dengan anggaran sejauh 4.5 km mulai dari desa ploso, jati kulon, pasuruan lor. Oleh karena itu, kita cari titik-titik yang sangat rawan, itu yang menjadi prioritas kedepan. Akan kita konsep seperti apa

Idealnya kita melakukan penanganan secara komperhensif,” pungkasnya. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.