Hartopo Minta Petani di Lereng Muria Semangat Kembangkan Durian Kromo Banyumas

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menyerahkan secara simbolis bibit buah durian varietas kromo banyumas, kepada kepala desa dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Desa Piji, Desa Puyoh, dan Desa Lau Dawe Kudus, di kawasan lereng Gunung Muria, Selasa (30/3). (Foto : Laman Pemkab Kudus)

 

HALO KUDUS – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo, mendorong Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Piji, Desa Puyoh, dan Desa Lau Dawe, untuk bersemangat dalam mengembangkan dan merawat bibit pohon durian varietas kromo banyumas.

Dengan demikian, varietas bantuan Pemerintah Pusat yang  ditanam di lereng Gunung Muria itu, lebih dikenal dan diminati masyarakat hingga ke luar daerah.

“Mari kita bersama-sama merawat dan mengembangkan varitas durian yang ada di lereng Muria ini, dengan segala keunikan dan keunggulannya, agar lebih diminati dan dapat menarik perhatian masyarakat, sehingga akan dapat menembus pasar ekspor,” kata dia.

Dorongan motivasi Hartopo tersebut, dia sampaikan menyerahkan secara simbolis bibit buah durian varietas “Kromo Banyumas”, kepada Kepala Desa dan Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Piji, Desa Puyoh, dan desa Lau Dawe Kudus, di kawasan lereng Gunung Muria, Selasa (30/3).

Dalam acara itu, Hartopo juga melakukan penanaman secara simbolis bibit durian bantuan dari Pemerintah Pusat tersebut.

Dalam pemberian bantuan tersebut, masing-masing Gapoktan desa, mendapatkan 1.000 bibit durian. “Masing-masing desa ini, mendapat bantuan bibit durian sebanyak 1.000 pohon dari Pemerintah Pusat. Diharap durian varietas ini, dapat menjadi ikon baru, bisa menjadi kolaborasi dan warna baru di kecamatan Dawe,” ungkapnya.

HM Hartopo menjelaskan bahwa durian ini, mempunyai kelebihan dari durian lokal yang lain, oleh karena itu pihaknya berharap jika varietas durian ini, akan menjadi ikon baru di Kabupaten Kudus.

“Durian ini beda dari durian pada umumnya. Dari ukurannya yang lebih besar, warna daging buah yang bervariatif, serta isi yang kecil dan rasa yang manis, dan dipercaya tidak mengandung kolesterol. Mari kita rawat dengan baik, agar dapat menjadi ikon baru kabupaten Kudus,” jelasnya.

Hartopo juga berencana akan mengunjungi kembali Gapoktan setempat dalam kurun waktu tertentu, untuk membuktikan hasil dari penanamannya.

“Dalam kurun waktu 4-5 tahun lagi diharapkan dapat berbuah seperti yang diharapkan, Insya Allah kami akan ke sini lagi, baik kapasitas sebagai kepala daerah atau kapasitas yang lain, untuk membuktikan dan merasakan buah hasil tanaman saya,” katanya. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.