in

Hari Susu Nusantara, Jateng Tingkatkan Produksi Susu dan Kesejahteraan Peternak

Foto ilustrasi Susu (dok/bublikhaus – freepik.com).

 

HALO SEMARANG – Hari Susu Nusantara diperingati setiap tanggal 1 Juni. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan berkomitmen meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Lalu M Syafriadi mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan beberapa strategi untuk menumbuhkan produksi susu.

“Kita melakukan yang namanya pemetaan pengembangan sapi perah terlebih dulu, karena tidak semua daerah memenuhi syarat,” ungkap Lalu kepada halosemarang.id, Selasa (1/6/2021).

Menurutnya, sapi perah lebih produktif dipelihara di daerah dingin, meski dapat dipelihara di daerah cenderung panas seperti di Kabupaten Rembang dan Grobogan, namun, kwalitas berbeda.
Disampaikan Lalu, proses pencatatan juga dilakukan untuk mengetahui kondisi produktivitas sapi.

“Kita inventarisir kembali sapi-sapi perah yang ada saat ini di masyarakat, mungkin saja sudah pada usia yang tidak produktif lagi,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Lalu, sistem pemeliharaan, dan manajemen kandang juga akan diperbaiki. Termasuk pemberian pakan yang bergizi bagi sapi. Tujuannya, juga untuk menghindarkan sapi dari berbagai macam penyakit.

“Pemberian pakan yang bergizi juga untuk menghindarkan dari penyakit mastitis yang menyebabkan terjadinya penurunan produksi susu. Dan Jateng sedang mengupayakan bebas dari penyakit brucellosis yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus dapat mengakibatkan keguguran kemudian tidak dapat menghasilkan susu,” papar Lalu.

Hal terakhir yang wajib dilakukan, Lalu menjelaskan, perlunya suntikan dana terhadap para peternak sapi perah. Dengan maksud, dapat meningkatkan produktivitas susu dan kesejahteraan para peternak itu sendiri. Terlepas dari itu, kebutuhan susu pada masa pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan.

“Kami sangat berharap pada bank pelaksana kredit usaha rakyat (KUR) ini secara intens dapat membantu peternak sapi perah untuk dapat meningkatkan produksi, karena kebutuhan susu sangat diperlukan untuk kesehatan di masa pandemi Covid-19,” tutupnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari halosemarang.id, jumlah sapi perah di Jawa Tengah yaitu 141.395 ekor sapi. Dari jumlah peternak sebanyak 42.418 orang tersebar di Kabupaten Semarang, Boyolali, Magelang, Klaten, Purbalingga, Banyumas. Pada triwulan pertama tahun 2021 dapat menghasilkan produksi susu sekitar 21.347.401 liter.(HS)

Share This

Sambut Bulan Bung Karno, Hendi Gelar Tirakatan Peringatan Harlah Pancasila

Harjanto Halim: “Tepo Seliro” Adalah Cerminan dari Nilai Pancasila dalam Perilaku Sehari-hari