in

Hari Raya Idul Adha 1442 H, Ahli Gizi: Konsumsi Daging Jangan Berlebih

Stok hewan kurban milik penjual hewan kurban Sunarto di Jalan Raya Ngaliyan Semarang Boja KM 4 Ngaliyan Semarang.

 

HALO SEMARANG – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M kali ini sama seperti tahun lalu, masih di tengah wabah Covid-19.
Setiap perayaan Hari Raya Idul Adha tentu identik dengan penyembelihan hewan kurban dan pengolahan menjadi berbagai aneka masakan.

Namun, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizinya, baik dengan cara mengolah dan saat mengkonsumsi daging.

“Boleh konsumsi daging saat merayakan Hari Raya Idul Adha, tapi kembali lagi kesehatan adalah nomor satu,” tutur Dosen Prodi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Luthfia Dewi, MGz kepada halosemarang.id, Selasa (20/7/2021).

Dikatakannya, meskipun dalam kondisi tubuh yang sehat perlu dilakukan kontrol konsumsi makanan, terlebih daging.

“Harus ada porsinya juga, seperti mengkonsumsi makanan sehari-hari saja. Tidak ada kata porsi double, triple. Juga ada asupan sayur untuk menyeimbangkan homeostasis dalam tubuh,” katanya.

Secara sederhana ia menjelaskan, prosentase porsi harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi manusia yang telah dituangkan pada tumpeng gizi seimbang (TGZ) oleh Kementerian Kesehatan.

“Harus sesuai porsi yang dibutuhkan, baik hewani maupun nabati. Protein dua sampai tiga porsi dalam sehari, sedangkan porsi sayuran dapat tiga sampai lima per hari,” jelasnya.

Sebab, diungkapkan Fia sapaan akrabnya, salah satu faktor masuknya penyakit ke dalam tubuh adalah dari makanan yang mengandung kolesterol dan natrium yaitu daging.

“Kalau tubuh sudah tidak bisa mengkompensasi keseimbangan homeostasis metabolisme di dalam tubuh nanti mudah bagi penyakit masuk,” ungkapnya.

Hal ini akan berdampak langsung apabila dikonsumsi oleh seseorang yang memiliki riwayat penyakit bawaan, seperti kolesterol, hipertensi dan lainnya.

Sehingga, sambungnya, selain tambahan asupan sayuran juga diperlukan aktivitas olahraga.

“Konsumsi protein akan menyumbangkan energi yang tinggi. Otomatis berat badan akan meningkat. Ini kalau orang kurus tidak terlalu, tapi kalau sudah memiliki berat badan lebih itu yang menjadi masalah. Jadi harus diseimbangkan dengan olahraga,” imbuhnya.

Kembali ditekankan, melimpahnya daging tidak sepenuhnya dapat dikonsumsi secara berlebih. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan teknologi untuk menyimpan daging untuk kebutuhan beberapa hari ke depan.

“Sesuatu yang berlebihan pastinya tidak bagus, begitu juga dengan konsumsi daging berlebih, dapat disimpan di dalam freezer,” paparnya.(HS)

Share This

Banyak Masjid Di Semarang Gelar Salat Idul Adha 1442 H

Mengenal Bengkel Kepala Hewan Kurban Tiap Idul Adha di Kota Semarang