in

Hari Rabies Sedunia 2021, Hewan Pembawa Rabies Terima 10 Ribu Dosis Vaksin Rabies

Satu di antara hewan pembawa rabies jenis kucing menerima suntikan vaksin rabies.

 

HALO SEMARANG – Puncak Hari Rabies Sedunia selalu diperingati setiap tanggal 28 September. Kali ini, sebanyak 10 ribu dosis vaksin menyasar hewan pembawa rabies (HPR) di Jawa Tengah (Jateng).
Pelaksana tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng, Saiful Latif menyebut, sebanyak 10 ribu dosis vaksin rabies dibagikan di 50 titik sentra vaksinasi yang tersebar di Jateng.

“Ada 50 titik tersebar dalam klinik hewan, pusat kesehatan hewan serentak hari ini di Jawa Tengah. Ada 10 ribu vaksin rabies,” kata Saiful saat dikontak halosemarang.id, Selasa (28/9/2021).

Sasaran hewan pembawa rabies yang dimaksud menerima vaksin rabies yaitu, anjing, kera, dan kucing. Secara gratis, pemelihara hewan mamalia tersebut dapat membawa hewan kesayangannya ke klinik atau pusat kesehatan hewan yang telah ditunjuk.

Pihaknya bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota yang menaungi klinik hewan, pusat kesehatan hewan dan laboratorium kesehatan hewan.

“Gratis, kerja sama provinsi dengan kabupaten/kota yang diperuntukkan pada hewan pembawa rabies yakni anjing, kucing, dan kera. Paling banyak kucing,” paparnya.

Ia menyatakan, Jateng sebagai wilayah bebas rabies menggencarkan vaksinasi yang menyasar hewan pembawa rabies. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah memperhatikan kesehatan hewan dan mempertahankan wilayahnya bebas dari hewan berpenyakit rabies sejak 14 tahun silam.

“Jawa Tengah sejak 1997 sudah 14 tahun bebas rabies. Selain itu, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Yang belum bebas yaitu Jawa Barat,” ucapnya.

Pihaknya menekankan vaksinasi hewan pembawa rabies di wilayah yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat. Selain itu juga dilaksanakan pada daerah yang sering ditemukan mengolah masakan daging anjing.

“Rawan untuk tertular, vaksinasi fokus di perbatasan yaitu Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cilacap, terus Pantura dan Solo Raya karena adanya MDA (masakan daging anjing),” ujarnya.

Ia menuturkan, daerah dengan hewan pembawa rabies atau belum bebas rabies tidak diperbolehkan mengirim atau mengedarkan hewan ke wilayah yang terbebas dari rabies.

“Sebenarnya anjing dari daerah HPR dilarang masuk ke daerah bebas. Daging anjing ada yang lokal dan dari Jawa Barat, sementara yang dikhawatirkan dari Jawa Barat,” katanya.(HS)

Share This

Tetap Mantap di Tangan Pelatih Baru

Kodim 0715/Kendal Bersama ILMCI Gelar Revolusi Metodologi Pembelajaran Ala Cinema Edutainment