Hari Perempuan Sedunia 2021, Sri Surtini Mengajarkan Makna Syukur

Sri Sutini (41) sedang mengisi angin pada ban sepeda motor pelanggan.

 

HALO SEMARANG – Sejak empat tahun lalu, Sri Sutini (41) menekuni pekerjaan sebagai tukang tambal ban. Pekerjaan yang sebelumnya ditekuni suaminya selama 20 tahun.

Ketika itu, suaminya mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kebutaan secara permanen. Sejak saat itu dirinya menjadi tulang punggung keluarga.

Sejak pagi hingga sore hari, Surtini membuka jasa tambal ban di pertigaan Jalan Tambak Dalam Raya, Gayamsari, Kota Semarang atau di sisi timur SPBU Masjid Agung Jawa Tengah.

“Saya menjalani kehidupan seperti ini sudah empat tahun. Suami saya sakit jadi saya yang meneruskan,” tutur Sri kepada halosemarang.id, Senin (8/2/2021).

“Saya dulu sering membantu suami ketika masih sehat. Jadi pas suami saya jatuh sakit, saya sudah terbiasa menambal ban. Bisa tidak bisa tetap saya tekati,” sambungnya.

Kebutaan yang dialami suaminya disebabkan karena mata kanannya terlena jepretan tali karet ban, saat melakukan perbaikan pada lapak tambal bannya. Seketika kornea matanya pecah akibat insiden tersebut.

“Suami saya masih sakit sampai sekarang. Mata yang kiri sudah sakit sejak lahir, kemudian mata kanan terkena jepretan tali yang terbuat dari karet ban. Jadi sekarang dua-duanya tidak bisa melihat,” imbuh Sri.

Sri mengungkapkan, dirinya bersyukur dikaruniai seorang anak perempuan yang selalu membantunya. Walaupun, dia menuntut anaknya untuk fokus terhadap pendidikannya.

Anaknya saat ini masih tercatat sebagai mahasiswi aktif semester empat di Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM).

Setiap harinya, Sri mendapatkan penghasilan sebagai tukang tambal ban rata-rata mampu mengantongi Rp 60 ribu. Uang tersebut digunakan untuk makan bertiga dan menyisihkan uang buat biaya anaknya kuliah.

“Saya tetap mensyukuri, pas sepi maupun ramai. Setiap hari rata-rata saya dapat mengumpulkan uang Rp 60-70 ribu. Satu tambalan ban saya kenakan Rp 10 ribu untuk bocor satu, bocor dua Rp 15 ribu. Kalau ganti ban harganya Rp 45 ribu. Ya lumayan lah bisa buat bayar kuliah anak saya,” ujarnya.

Tepat Hari Perempuan Sedunia yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 8 Maret, dirinya berpesan kepada para perempuan untuk tetap semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sri menekankan, dalam situasi pandemi Covid-19 maupun lainnya untuk tidak lupa bersyukur.

“Intinya tetap bersyukur sudah diberikan apa-apa oleh Gusti Allah. Berapapun rejeki yang kita terima disyukuri,” tutupnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.