Hari Ini Kemenag Gelar Ujian Susulan Pengetahuan PPG Secara Daring

Rapat koordinasi Panitia Nasional UKM PPG dengan Pokja PPG Kemenag di Semarang. (Foto: Kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Agama, hari ini menggelar ujian susulan pengetahuan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Ujian ini digelar untuk memberikan kesempatan kepada guru, yang pada 13 – 14 Desember 2020 lalu tak bisa mengikuti ujian. Para guru, saat itu tidak bisa mengikuti ujian, karena setelah rapid test Covid-19, menunjukkan hasil reaktif.

“Bagi Guru Kemenag yang tidak bisa ikut UP PPG 13-14 Desember karena teridentifikasi reaktif Covid-19, ikut susulan pada 26 Desember 2020,” demikian bunyi salah satu kesepakatan hasil rapat koordinasi Panitia Nasional UKM PPG dengan Pokja PPG Kemenag, belum lama ini di Semarang.

Kesepakatan tersebut dirumuskan di sela-sela koordinasi pengolahan data kelulusan ujian peserta PPG Kementerian Agama Tahun 2020. “UKM PPG adalah bagian terpenting sebagai salah satu instrumen penjaminan mutu proses sertifikasi melalui jalur pendidikan, dan setiap peserta PPG harus melaluinya,” jelas Suyitno, yang juga Ketua Pokja PPG Kemenag.

PPG tahun 2020 di Kementerian Agama hanya diselenggarakan untuk Guru Pendidikan Agama Buddha, Hindu, dan Kristen. Total ada 1.200 peserra. PPG digelar dengan menggunakan LMS pada laman http://space.kemenag.go.id.

PPG untuk guru madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam, pada satuan kerja sekolah, tidak dilaksanakan pada 2020. Hal ini karena kebijakan nasional refocusing anggaran, untuk penanganan wabah pandemi Covid 19.

Untuk guru madrasah dan PAI, hanya diselenggarakan ujian ulang UP bagi guru yang pada 2018 dan 2019 telah mengikuti PPG namun belum dinyatakan lulus. Ujian ulang tersebut digelar pada 13-14 Desember 2020.

“Tentunya, semua berharap bahwa angka kelulusan mencapai angka ideal, syukur-syukur di atas 90%.” kata Suyitno.

Rapat juga menyepakati teknis pelaksanaan UP PPG susulan. Peserta akan mengerjakan soalnya secara online 100%. Ujian dapat dilaksanakan dari rumah masing-masing, dengan ketentuan peserta harus memiliki kuota data minimal 8 GB.

Kuota tersebut dipergunakan untuk kebutuhan pengawasan dengan memasang kamera untuk dirinya. Kamera diletakkan di sebelahnya dengan sudut pandang bagian atas badan dan juga laptop/komputer terlihat. Kamera tersebut terkoneksi secara online dengan pengawas ujian tingkat nasional. Bersamaan dengan itu, peserta ujian harus mengerjakan soal ujian nasional secara online juga dalam kurun waktu 3 jam, yakni sejak pukul 08.00-11.00 WIB.

Hasil kelulusan ujian PPG ini akan dipublikasikan paling cepat pada 29 Desember 2020. “Nah bagi guru kelulusan tersebut, akan menjadi hadiah akhir tahun 2020,” tandas Suyitno. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.