Hari ini HUT Pentium, Prosesor Buatan Intel yang Pernah Merajai Dunia

. Prosesor Intel. Sumber : Wikipedia

 

HALO SEMARANG – Bagi para pengguna komputer saat ini, nama prosesor Pentium produksi Intel memang sudah tidak asing lagi. Namun mungkin pula banyak yang lupa, bahwa dalam sejarahnya, nama Pentium ini pernah merajai dunia digital, terutama di Tanah Air.

Ketika diluncurkan kali pertama pada 22 Maret 1993, prosesor berkecapatan 60 MHz, 100+ MIPS, dan jalur data 64 bit ini banyak diburu. Oleh perusahaan pembuatnya, Intel Corporation, Pentium diperkenalkan kali pertama pada 19 Oktober 1992, namun baru pada 22 Maret 1993, secara resmi diluncurkan ke publik.

Jika dibandingkan dengan transistor, maka prosesor ini setara dengan 3,100,000 transistor. Bisa dibayangkan, jika tidak dibuat dalam bentuk chip, maka perangkat dengan nama kode P5, 80586, atau i586 ini, bisa sangat besar.

Seperti disampaikan Wikipedia, Pentium ini adalah generasi kelima dari arsitektur prosesor mikro x86 buatan Intel Corporation, yang desainnya dibuat oleh VinodDham.  Diberi nama i586, untuk mengikuti penamaan generasi sebelumnya, yakni 486.

Intel beberapa kali melakukan revisi prosesor Pentium miliknya, yakni karena ada kesalahan dalam operasi pembagian, terhadap bilangan floating point, atau yang tenar dengan sebutan Floating Point Division Bug.

Selain karena kesalahan tersebut, Intel juga pernah merevisi Pentium, karena ada masalah pada panas dan penurunan tegangan, serta pengubahan proses manufaktur prosesor.

Masalah panas tersebut, nampaknya berkaitan dengan penggunaan tegangan yang besar, yakni 5 volt dan daya hingga 16 watt, sehingga dinilai boros. Namun demikian akibat penyesuaian itu, prosesor ini terlihat besar, karena diperlukan komponen tambahan untuk menetralisir panas.

Sadar atas kelemahan Pentium generasi pertama, Intel pun merevisi Pentium dengan meluncurkan Pentium generasi selanjutnya dengan nama kode P54C, pada 7 Maret 1994.

Prosesor baru ini diperkenalkan pada frekuensi 90 MHz, 75 MHz, 100 MHz. Selanjutnya dirilis pula seri dengan kecepatan 120 MHz, 133 MHz, 150 MHz, 166 MHz, dan yang tercepat 200 MHz.

Berbeda dengan prosesor Pentium Generasi awal, prosesor ini dibangun dengan menggunakan teknologi manufaktur Bipolar CMOS 600 nanometer, mengikuti beberapa saingannya dari Motorola dan IBM.

Versi yang lebih baru (120 MHz ke atas) bahkan dibuat dengan menggunakan teknologi manufaktur 350 nanometer, sehingga dapat menampung 3300000 transistor. Dengan menggunakan teknologi manufaktur yang lebih canggih, Pentium pun lebih ramping dan lebih hemat daya (frekuensi 200 MHz hanya memakan 15.5 Watt).

Proses penyempurnaan terus dilakukan oleh Intel, hingga generasi demi generasi selanjutnya muncul. Bahkan kini sebuah prosesor tak hanya memiliki satu inti, tetapi dua, empat, atau bahkan lebih.

Tentu saja dengan komputer yang semakin canggih dan dan ringkas, memungkinkan penggunanya melakukan lebih banyak kegiatan. Bentuknya pun, makin lama makin kecil dan ringkas hingga mudah dibawa ke mana-mana.

Salah satu bentuk komputer yang sekarang ini paling banyak digunakan adalah ponsel cerdas. Walapun berbentuk telepon, tetapi di dalam perangkat tersebut terdapat prosesor, ram, media penyimpan, serta sistem operasi, sama dengan komputet dekstop atau laptop yang kita gunakan sehari-hari. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.