in

Hari Ini 43 Tahun Silam, Bayi Tabung Pertama Lahir ke Dunia

Robert Edwards (left) and Louise Brown, thefirst “test-tube baby.” (Foto : Britannica)

 

HALO SEMARANG – Para ibu yang pernah mengikuti program bayi tabung, mungkin tak terlalu mengenal nama Louise Joy Brown. Tetapi bagi para ahli kesehatan yang terlibat dalam penelitian tentang bayi tabung pada tahun 70-an, nama itu adalah sebuah sejarah yang akan selalu tercatat.

Louise Brown, anak dari pasangan Lesley dan Peter Brown, adalah manusia pertama hasil pembuahan dengan teknik In vitro fertilization (IVF). Brown lahir pada  25 Juli 1978, melalui operasi caesar di Rumah Sakit Umum Oldham.

Adik Brown, Natalie, juga dikandung melalui IVF empat tahun kemudian. Setelah dewasa, Brown yang pernah dijuluki sebagai bayi tabung oleh pers Inggris itu, kemudian menikah dan bisa hamil secara alami.

Keberhasilan teknik bayi tabung ini, tak lepas dari usaha peneliti medis Inggris, Robert Edwards dan ginekolog Inggris Patrick Steptoe. Sebelumnya, usaha yang dilakukan Lesley dan Peter, selama sembilan tahun untuk memiliki buah hati selalu gagal. Penyebabnya adalah karena adanya sumbatan di saluran tuba.

Pada 1976, pasangan itu kemudian bertemu Edwards dan Steptoe yang kemudian berusaha membantu. Pada November 1977, dengan mengatur waktu isolasi, pembuahan, dan implantasi sel telur dengan siklus ovulasi alami, Edwards dan Steptoe membantu Lesley untuk hamil melalui IVF.

Dalam proses itu, kedua ahli tersebut mencoba melakukan proses pembuahan sel telur Lesley dengan sel sperma suaminya, dalam cawan petri di laboratorium. Ternyata usaha tersebut berhasil membentuk embrio. Dalam dua setengah hari kemudian, embrio tersebut kemudian ditanamkan kembali ke rahim Lesley.

Prosedur IVF eksperimental tersebut semakin menunjukkan keberhasilan. Janin terus berkembang dan pada 25 Juli 1978, seorang bayi mungil dengan berat lima pon, 12 ons lahir ke dunia. Bayi yang lahir melalui operasi sesar itu, kemudian diberi nama Louise Joy Brown.

Sejak masih dalam kandungan, Louise Brown menjadi subjek perhatian media massa, tidak hanya selama kehamilan dan setelah kelahirannya yang sukses, tetapi juga bertahun-tahun kemudian.

Media terus memantau kondisi Brown, bahkan hingga dia dewasa dan menikah. Ketertarikan publik pada saat itu, karena muncul keraguan, apakah Brown bisa hamil secara alami.

Pertanyaan tersebut akhirnya terjawab pada Desember 2006, ketika Louise Brown, melahirkan seorang anak laki-laki, Cameron John Mullinder, yang dia kandung secara alami.

Setelah kelahiran Brown, IVF dipuji sebagai keajaiban medis, meskipun juga menimbulkan masalah etika dan medis, terutama di mana penghancuran embrio yang tidak digunakan menjadi perhatian.

Meskipun demikian, teknik ini menjadi banyak digunakan, dan selama tiga dekade berikutnya, IVF dan teknologi reproduksi lainnya menghasilkan sekitar lima juta bayi di seluruh dunia.

Bagian dari Hadiah Nobel untuk Fisiologi atau Kedokteran 2010 jatuh ke tangan Edwards atas karyanya mengembangkan teknik IVF.

Saat ini, IVF dianggap sebagai perawatan medis utama untuk infertilitas. Ratusan ribu anak di seluruh dunia, telah dikandung melalui prosedur ini. (Berbagai sumber, HS-08)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Minggu (25/7/2021)

Harga Obat Covid-19 di Papua Tembus 25 Juta, TNI-Polri Buru Mafia Obat