in

Hari Batik Nasional 2 Oktober, Pengelola Museum Batik Kota Pekalongan Gratiskan Tiket untuk Pengunjung

Koleksi Museum Batik Kota Pekalongan. (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober, Museum Batik Pekalongan menggratiskan tiket masuk bagi semua pengunjung, khusus untuk Sabtu, 2 Oktober 2021, pukul 08.00-15.00 WIB.

“Biasanya pada Hari Batik Nasional, pengunjung cukup ramai dan antusias berfoto-foto di Museum Batik Pekalongan,” kata Humas Museum Batik Pekalongan, Pasattimur Fajar Dewa, seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

Lebih lanjut dikatakan, untuk hari biasa, tiket masuk diberlakukan Rp 5 ribu bagi pengunjung dewasa, Rp 2 ribu bagi pengunjung anak-anak dan pelajar, serta Rp 10 ribu untuk turis mancanegara.

“Pada Peringatan Hari Batik, Museum Batik memberikan layanan bebas masuk tanpa tiket pada warga, pelajar, dan turis mancanegara,” kata dia.

Lanjut Dewa, Museum Batik Pekalongan kembali buka mulai 1 september 2021. Hal tersebut mengacu pada penurunan PPKM di Kota Pekalongan, dari level 3 ke level 2.

“Untuk kunjungan, Museum Batik Pekalongan memang baru buka 1 September 2021 kemarin. Pengunjung juga belum terlalu banyak. Namun sudah mulai ada beberapa pengunjung yang ke sini untuk menikmati koleksi-koleksi batik dan belajar membatik,” paparnya.

Meski kembali buka, Museum Batik Pekalongan telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat, bagi pengelola dan pengunjung. Semua yang masuk ke area tersebut. wajib mengenakan masker dan mengikuti cek suhu tubuh pada pintu masuk.

“Untuk penerapan protokol kesehatan secara ketat sudah kami terapkan di Museum Batik Pekalongan, demi menjamin perlindungan dan memberikan keamanan pengelola maupun pengunjung saat berkunjung berwisata ke Museum Batik,” kata dia.

Pihaknya juga sudah menyediakan fasilitas, seperti tempat cucui tangan sebelum masuk ke Museum Batik, hand sanitizer, pengukur suhu tubuh, pengaturan jaga jarak aman, serta petugas yang akan terus mengawasi prokes pengunjung.

“Untuk penggunaan aplikasi Peduli Lindungi, belum kami terapkan,” kata dia.

Lebih lanjut, Dewa menjelaskan, selain menggratiskan tiket masuk, pada Hari Batik Nasional, pengelola juga akan mengganti sebagian koleksi-koleksi kain batik yang ada di ruang pamer sebagai bentuk penyegaran.

“Setiap tahun, memang koleksi kami ganti. Biasanya temanya juga akan diganti,” kata dia.

Namun khusus untuk tahun ini, hanya 50 persen dari total 250 kain yang akan diganti. Penataan ruang juga ada sebagian yang diganti, agar pengunjung tidak bosan.

Adapun untuk tema koleksi kain batik dalam Peringatan Hari Batik Nasional tahun ini, adalah “Bangkitlah Batik Indonesia”.

Sementara itu, warga Batang yang menjadi mahasiswa sebuah universitas negeri di Kota Semarang, Muhammad Zumam Hudin, mengatakan sangat senang dan tertarik bisa kembali berwisata, terutama ke Museum Batik Pekalongan.

Kedatangannya bersama dua rekannya ini, selain untuk memenuhi tugas perkuliahan dari dosennya mengenai Kebudayaan Daerah, juga menambah pengetahuan mengenai khasanah perbatikan di Indonesia, melalui koleksi-koleksi kain batik di Museum Batik Pekalongan.

“Kunjungan ke Museum Batik Pekalongan ini, memang baru kali pertama bagi saya,” kata dia.

Menurutnya, untuk penerapan protokol kesehatan di tempat tersebut sudah baik. Pengelola sudah menyiapkan segala seuatunya, termasuk tempat untuk mencuci tangan. Selain itu jarak antarpengunjung juga sudah dibatasi. Juga sudah ada pembatasan jumlah pengunjung.

“Untuk koleksi-koleksinya juga sudah sangat lengkap dan bagus-bagus motifnya. Masukan ke depannya mungkin pihak Museum Batik bisa diperbanyak koleksi-koleksi kain batiknya,” kata Zumam. (HS-08)

Share This

Ketua TP PKK Kota Pekalongan Ajak Pengelola Bank Sampah Gerakkan Warga

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Jumat (1/10/2021)