in

Hari Anak, Fanmas Launching Buku dan Sampaikan Aspirasi

Bupati Banyumas Achmad Husein bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas, Erna Husein, melaunching Buku Sejuta Cerita Anak Banyumas di Masa Pandemi, dalam peringatan Hari Anak Nasional 2021. (Foto: Banyumaskab.go.id)

 

HALO BANYUMAS – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2021, Forum Anak Banyumas (Fanmas) bersama Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas, melaunching Buku Sejuta Cerita Anak Banyumas di Masa Pandemi.

Launching dilakukan Bupati Banyumas Achmad Husein, bersamaan dengan kegiatan peringatan hari anak nasional tingkat Kabupaten Banyumas, yang digelar secara virtual dari Purwokerto Smart Room Graha Satria Purwokerto, kemarin.

Kegiatan diikuti oleh Forum Anak Banyumas, Perwakilan Sekolah dan juga camat se Kabupaten Banyumas.

Pada kesempatan itu, Bupati Banyumas mengajak anak-anak Banyumas untuk terus belajar. Menurut dia, belajar juga dapat dilakukan dengan bergaul dan bersosialisasi dan mengamati kehidupan. Dengan kesungguhan dalam belajar, Bupati menyatakan keyakinan, bahwa hasil yang diperoleh akan baik.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberi manfaat untuk orang lain. Meski di tengah pandemi, jangan terlalu banyak bermain HP. Bukan berarti tidak boleh, tetapi hanya sebentar saja. Silahkan adakan kegiatan yang dapat membuat badan menjadi bergerak. Karena masa pandemi bisa di sekitar rumah saja, kalau sudah selesai, nanti pilihlah permainan yang ada interaksi langsung dengan teman lain,” kata dia, seperti dirilis Banyumaskab.go.id.

Bupati Husein juga bercerita permainan tradisional masa lalu, sangat berpengaruh terhadap kehidupan, karena kebanyakan berinteraksi sehingga menimbulkan solidaritas.

Selain itu Bupati juga berpesan anak anak menjadi duta perubahan perilaku, yang berani mengingatkan, ketika di sekitarnya ditemui anggota keluarga atau orang yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Terkait dengan Buku yang dilaunching, Bupati mengatakan bahwa cerita yang disampaikan oleh anak-anak sangat bervarisasi. Ada yang mengeluh, ada yang biasa-biasa saja namun juga ada anak yang termotivasi.

Ketua Forum anak Banyumas Muhammad Aditya Ibnu mengatakan bahwa buku Sejuta Cerita Anak Banyumas, untuk cetakan pertama berisi 20 judul cerita, dan buku baru dicetak sebanyak 76 eksemplar, sesuai peringatan Hari Ulang Tahun ke 76 Kemerdekaan Indonesia dan akan dicetak ulang dikemudian hari.

“Buku ini berisikan 20 cerita anak terkait “aku dimasa pandemi, yang menurut kami terbaik dari 56 anak yang sudah mengirimkan ceritanya. Sebagai apresiasi terhadap anak-anak di Banyumas yang memiliki cerita hebat di masa pandemi dengan cerita yang bermacam-macam, kami kumpulkan dan menjadi buku, yang tentu buku ini akan menjadi cerita kehebatan anak-anak di Banyumas dalam melawan pandemi dimasa yang akan datang,” kata Adit.

Ida Lailatin dari MA Miftahul Huda Rawalo mengaku senang tulisanya dinilai terbaik. Ia memberi judul tulisanya “Ayahku Itu Pejuang”. Menurutnya ayahnya yang menjadi tenaga kesehatan terlihat lebih sibuk mengurus pasien di rumah sakit bahkan terkadang rela meninggalkan keluarga untuk kesembuhan pasien.

“Saya bercerita “Ayah” sebagai seorang tenaga kesehatan yang tidak kenal lelah membantu pasien ditengah pandemi ini,” katanya.

Sementara itu pada acara yang sama, Forum Anak Banyumas juga merumuskan aspirasi dan pandangan sebagai anak bangsa. Rumusan tersebut dituangkan dalam Suara Anak Kabupaten Banyumas Tahun 2021, yang dibacakan oleh anak-anak Banyumas secara virtual di hadapan Bupati Banyumas Achmad Husein dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas, Erna Husein.

Kepala Dinas Pengedalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas, Suyanto mengatakan Hari Anak Nasional (HAN) diperingati pada 23 Juli setiap tahunnya.

Setiap penyelenggaraan HAN memiliki tema tersendiri, termasuk HAN 2021. Pelaksanaan HAN tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena diperingati pada masa pandemi Covid-19.

“Tujuan peringatan HAN 2021 adalah sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa,” kata Suyanto

Ia menambahkan Tema tahun ini adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, dengan tagline #AnakPeduliDiMasaPandemi. Hal ini disebut sebagai motivasi bahwa situasi pandemi tidak menyurutkan komitmen untuk tetap melaksanakan HAN tahun ini secara virtual, tanpa mengurangi maknanya.

Ketua Forum Anak Banyumas Ketua Forum anak Banyumas Muhammad Aditya Ibnu mengatakan suara anak Banyumas yang diakomodasi melalui berbagai kegiatan, tersusun dalam 10 butir aspirasi.

“Kami anak Banyumas berharap pengoptimalan sarana dan prasarana ruang publik ramah anak di setiap desa, menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan keluarga, sekolah dan media sosial terhadap anak, meningkatkan pelestarian bahasa ibu sebagai bentuk pendidikan karakter, pemerataan hak pendidikan terhadap anak dan peningkatan edukasi serta pengawasan bijak jejaring sosial dan media online,” katanya.

Anak Banyumas juga meminta Pemerataan Kartu Identitas Anak dan Akta Kelahiran di seluruh Banyumas, Meningkatkan edukasi keluarga dan pemerataan akses kesehatan guna mengatasi stunting, Terbentuknya regulasi tingkat daerah tentang pembatasan usia dalam produksi dan penjualan rokok, Peningkatan edukasi keluarga serta pemahaman terkait kesehatan mental serta Peningkatan perhatian kepada anak Berkebutuhan Khusus dalam sarana pelayanan kesehatan serta pendidikan yang ramah disabilitas. (HS-08)

Share This

PPKM Darurat, Fadia Arafiq Instruksikan Penyaluran BLT Dana Desa Dipercepat

Kabur pada 2016, Osimin Wenda Penembak Tito Karnavian Akhirnya Kembali ke Bui