in

Harga Telur dan Minyak Naik Jelang Tahun Baru, Ini Pemicunya

Foto ilustrasi minyak dan telur.

HALO SEMARANG – Jelang Tahun Baru 2022, beberapa komuditas bahan pokok seperti minyak dan telur mengalami lonjakan harga.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo mengatakan, kebutuhan pokok yang mengalami lonjakan harga di antaranya telur dan minyak goreng. Ia mengatakan, kenaikan tersebut dikarenakan ada permintaan yang cukup tinggi.

“Memang ada pergerakan kenaikan harga jelang tahun baru karena permintaan mengalami kenaikan, seperti minyak goreng dan telur,” kata Arif saat dihubungi via telepon, Senin (27/12/2021).

Untuk minyak goreng, Arif menjelaskan, kenaikan tersebut masih dipengarui harga Minyak Sawit Mentah (CPO) yang sampai saat ini meningkat. Mengingat patokan harga CPO ditentukan dari standar internasional, sehingga untuk skala nasional masih mengikuti.

“Minyak goreng ini harga CPO standar harga berpatokan pada pasar internasional, sehingga dalam negeri mengikuti apa yang ada di standar internasional,” ungkapnya.

Tak hanya itu, krisis energi juga menjadi penyebab kenaikan harga minyak goreng saat ini.

“Naiknya minyak goreng juga dipengaruhi permintaan tinggi dari luar, kaitan dengan krisis energi batubara. Sehingga CPO menjadi salah satu alternatif bahan bakar sehingga membuat permintaan tinggi,” ujarnya.

Sementara untuk kenaikan harga telur, kenaikan tersebut masih dinilai wajar. Karena menjadi hal wajar ketika tahun baru, harga telur pasti meningkat tapi tidak terlalu tinggi.

“Kalau telur menurut saya masih wajar, karena masih tidak terlalu jauh dari harga acuan yang sudah ditentukan oleh pemerintah, dari sekitar Rp 24.500 hingga Rp 30 ribu perkilo,” ungkapnya.

Selain itu, kenaikan harga tersebut, juga dipengaruhi ada bantuan pangan nontunai yang sudah dibagikan pada bulan ini.

Ia mengatakan, bantuan tersebut biasanya dilakukan seiring dengan kenaikan harga telur, mengingat sebelumnya peternak telur sempat mengalami penurunan harga yang cukup rendah.

“Sehingga ada kenaikan, setidaknya bisa membuat para peternak bisa merasakan nikmat tersebut. Biasanya bantuan diberikan setiap permintaan telur mulai cukup tinggi, sementara itu peternak telur juga sempat mengalami penurunan harga cukup jauh. Sehingga dengan kenaikan ini, para peternak terlur bisa mendapatkan keuntungan yang cukup,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah juga sudah melakukan pengecekan setiap hari untuk mengontrol harga agar tetap stabil di beberapa komoditas pangan.

“Untuk pengecekan sendiri kita lakukan setiap hari, hal itu dilakukan untuk tetap mengawasi komuditas bahan pokok di pasar. Saya pikir harga telur akan kembali ke posisi normal kembali,” ungkapnya.

Dengan usaha yang dilakukan, Arif mengimbau kepada masyarakat untuk tidak merasa resah dan bila melakukan pembelian bahan pokok jangan terlalu berlebihan.

“Membeli sesuai dengan kebutuhan saja, tidak perlu panik karena stok persedian tersedia,” pungkasnya.(HS)

Pedagang Pasar Weleri 1 Minta Relokasi Diundur, Bupati: Dimulai Besok Secara Bertahap

Delapan Rumah Warga di Kendal, Diterjang Banjir Bandang