in

Harga kedelai Tembus Rp 10.000/Kg, Plt Disdag Kendal: Operasi Pasar Untuk Menstabilkan Harga

Operasi pasar guna menekan harga kedelai yang melonjak, Rabu (10/2/2021).

 

HALO KENDAL – Harga kedelai di Kabupaten Kendal mengalami lonjakan harga cukup tajam dalam beberapa hari terakhir. Yakni di atas Rp 10 ribu/kilogram. Padahal dua pekan silam harganya masih Rp 9.050/ kilogram. Kondisi itu mengakibatkan perajin tahu dan tempe kelimpungan.

Untuk menekan harga kedelai, Primkopti Harum Kendal kembali menggelar operasi pasar bagi perajin tahu dan tempe.

Hadir dalam operasi kedelai di wilayah Tempat Pelayanan Koperasi (TPK) Kaliwungu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kendal, Alfebian Yulando dan Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, Mochamad Santoso.

Ketua Primkopti Harum Kendal, Rifai mengatakan, untuk membantu kesulitan perajin tahu dan tempe, pihaknya menggelar operasi pasar kedelai dengan harga Rp 8.500/kg.

Pihaknya bekerja sama dengan Pemkab Kendal, Kementerian Pertanian, Gakoptindo, Akindo, dan Puskopti Jateng.

“Operasi pasar kedelai di lima wilayah yaitu Boja, Kaliwungu, Kendal, Weleri, dan Sukorejo. Khusus di Boja operasi kedelai kami gelar 4 Februari silam, karena distribusi barang tidak bisa bersamaan,” katanya.

Dalam operasi kedelai pada Selasa (9/2/2021), dijual sebanyak 92 ton untuk membantu para perajin tahu tempe di lima kecamatan tersebut.

“Kami pilih lima lokasi itu, untuk mendekatkan kepada para perajin, karena di masing-masing wilayah meliputi tiga sampai lima kecamatan,” jelas Rifai.

Salah seorang perajin tempe, Muslikhin, mengaku sangat berdampak dengan kenaikan harga kedelai yang di atas Rp 10 ribu/kg.

Warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu tersebut mengaku, bahkan sempat berkeinginan untuk berhenti berjualan dan alih pekerjaan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya operasi pasar kedelai yang digelar Primkopti Harum Kendal. Di mana harga kedelai dijual Rp 8.500 per kilogram. Pusing dengan kenaikan harga kedelai. Saya sempat berpikir untuk alih profesi. Setiap hari saya membutuhkan 50 kg kedelai untuk membuat tempe,” ungkap Muslikhin.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando mengatakan, operasi pasar ini solusi dalam menekan harga kedelai yang melambung.

Namun, pria yang akrab disapa Febi ini mengingatkan, operasi pasar ini mengaku, upaya tersebut hanya bertahan sampai tiga bulan, atau sampai bulan Maret nanti. Hal ini menurutnya, karena importir kedelai sudah mulai kembang kempis.

Untuk itu, Dinas Perdagangan akan terus berkordinasi dengan pihak-pihak terkait, mencari solusi dan terobosan, dalam menstabilkan harga kedelai.

“Semoga operasi pasar ini bisa dinikmati perajin tahu tempe di wilayah Kendal baik mereka yang anggota Primkopti maupun yang bukan anggota. Kami batasi jumlah pembelian supaya tidak terjadi aksi borong,” tandasnya.

Ketua Puskopti Jateng, Sutrisno Supriantoro menambahkan, operasi pasar kedelai itu, sangat membantu perajin tahu dan tempe di tengah gejolak harga kedelai yang tidak terkendali.(HS)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Kamis (11/2/2021)

PLN dan Haleyora Power Gelar Apel Implementasi Aplikasi ListriQu