Harga Buah Di Kendal Naik, Pedagang dan Pembeli Sama-sama Mengeluh

Salah seorang pedagang Buah Pasar Kendal.

 

HALO KENDAL – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, hampir seluruh harga kebutuhan pokok merangkak naik. Tak terkecuali harga buah-buahan di Kendal, yang mengalami kenaikan hingga 100 persen.

Kenaikan harga dikarenakan minimnya pasokan dari petani. Meski harga buah naik, para pedagang buah justru mengaku merugi. Pasalnya daya beli masyarakat di Ramadan tahun ini menurun.

Sehingga pedagang pun enggan ambil risiko dengan menyiapkan stok banyak. Khawatir buah akan busuk dan akhirnya merugi.

- Advertisement -

Padahal seharusnya saat bulan puasa, buah-buahan sebagai penyegar biasanya banyak diburu. Namun puasa tahun ini banyak dikeluhkan para pedagang karena sepinya pembeli.

Pedagang buah di Pasar Kendal, Suntari mengaku, hampir semua jenis buah mengalami kenaikan harga. Menurutnya kenaikan tertinggi untuk harga anggur dan jeruk.

“Harga anggur dari sebelumnya Rp 60.000 menjadi Rp 100.0000/kg. Untuk jeruk dari Rp 15.000 menjadi Rp 30.000/kg. Kemudian buah apel fuji dari Rp 30.000 menjadi Rp 40.000/kg. Sedangkan untuk buah pir dari Rp 15.000 naik menjadi Rp 25.000/kg. Dan buah naga yang tadinya Rp 10.000 naik menjadi Rp 18.000/kg,” paparnya.

Suntari pun mengungkapkan, meski harga buah hampir semua naik, namun tak lantas membuat pedagang merasakan manisnya kenaikan harga.

“Meski harga naik, tapi pembelinya menurun dan omzet kami menurun drastis. Dari biasanya rata-rata bisa meraih penjualan Rp 200 ribu, hingga Rp 400 ribu perhari. Dengan kondisi saat ini, mencari uang Rp 100 ribu saja susah. Makanya kami tidak berani menyetok buah terlalu banyak. Takut busuk,” ungkapnya.

Suntari dan pedagang buah di Kendal lain pun berharap, harga buah kembali normal. Sehingga daya beli masyarakat meningkat dan meningkatkan pendapatan para pedagang.

Salah seorang pembeli buah di Pasar Kendal, Samy (43) mengaku sering ke pasar untuk membeli buah. Menurutnya dengan kenaikan harga hampir semua buah, membuatnya mencari jenis buah yang harganya terjangkau.

Ia pun berharap, agar semua harga bisa stabil atau naiknya tidak signifikan. Apalagi sekarang dalam kondisi pandemi yang apa-apa serba sulit.

“Keluarga saya kalau berbuka puasa suka diselingi segeran buah-buahan. Biasanya saya sedia jeruk atau buah pir, sekarang lebih sering membeli semangka yang harganya hanya Rp 9.000/kg,” ujar Samy.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.