in

Harga Beras Merangkak Naik, Wakil Ketua DPRD Jateng Ingatkan Soal Ancaman Inflasi

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko.

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko meminta Pemprov Jateng terus memantau kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok. Dikarenakan, kenaikan harga beberapa komoditi pangan bisa mengancam terjadinya inflasi.

“Saat ini harga beras mulai naik, baik kelas premium maupun medium. Premium misalnya, bahkan sampai Rp 16 ribu/kg, padahal di harga normal sekitar Rp 13 ribu sampai Rp 14 ribu/kg. Begitu juga di kelas premium, sudah mencapai harga Rp 15 ribu/kg,” kata politisi Partai Gerindra tersebut, Selasa (6/2/2024).

Dikatakan, inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Apalagi saat ini ada beberapa kasus bencana alam, seperti banjir di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, yang notabenya merupakan daerah pertanian.

“Ini tentu akan mengganggu produktifitas pangan. Hal-hal semacam bencana alam memang kerap menjadi penyebab adanya kenaikan harga pangan,” katanya.

Heri Londo, sapaan akrabnya juga mengimbau Pemprov Jateng mengawasi pergerakan harga serta kapasitas produksi pangan. Utamanya pada komoditas penting seperti beras, telur, dan lainnya. Pantauan tersebut dilakukan tak cuma dari sisi produsen, tapi hingga ke tingkat penjual dan distributor yang bersentuhan langsung dengan konsumen.

“Pemantauan penting untuk memastikan jalur distribusi ketika terjadi guncangan harga maupun ketersediaan di pasaran. Dengan informasi yang valid, akan mudah untuk melancarkan arus distribusi. Hulu sampai hilir harus terpantau dengan baik,” katanya.

Kevalidan informasi, juga harus berlaku pada penyebab terjadinya gejolak dan gangguan harga komoditas pangan. Apalagi selama ini, pemerintah seakan kesulitan mengendalikan harga ketika ada momen hari besar, atau perubahan iklim.

“Dengan mengetahui penyebab secara pasti, sebenarnya pemerintah bisa mengantisipasi sebelum ada gejolak dan gangguan harga,” tegas Heri Londo.

Inflasi Turun

Sementara Pemerintah Provisnsi Jawa Tengah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan inflasi di wilayahnya. Hasilnya, angka inflasi di Jateng mengalami penurunan selama tiga bulan berturut-turut. Pada November 2023, angka inflasi di Jateng berada di angka 3,16%, pada Desember 2023 turun di posisi 2,89%, sedangkan Januari 2024 kembali turun di angka 2,69%.

Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, pada 2024 ini, inflasi Jateng ditargetkan di angka 2,5 plus minus 1 persen. Maka, komoditas-komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Masih ada beberapa komoditas, yang masih menjadi perhatian kita. Di antaranya adalah beras. Sebenarnya naiknya tidak terlalu signifikan, tapi rupanya juga menambah (inflasi). Kemudian gula, cabai, kemudian juga telor ayam,” katanya.

Pemprov Jateng terus melakukan upaya-upaya pengendalian inflasi, agar angkanya tetap rendah. Beberapa upaya yang dilakukan adalah melaksanakan gerakan pasar murah, memberikan fasilitasi distribusi dan subsidi harga pangan, menyalurkan beras cadangan bantuan pangan, mengawasi penyaluran bantuan pangan pemerintah oleh Bulog, melaksanakan kegiatan BUMD Peduli Inflasi dan memanfaatkan CSR dari BUMD.(Advetorial-HS)

Pemprov Jateng Komitmen Tingkatkan Pendidikan Anti Korupsi

Meski Survei Prabowo-Gibran Tinggi, Sugiono Ingatkan Kader Gerindra Tak Jumawa