Hanya Mampu Main 70 Menit, PS Sleman Kalah di Laga Pertama Piala Menpora

Laga PSS vs Madura United dalam penyisihan Grup C Piala Menpora di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (23/3/2021). (Dok/ligaindonesiabaru.com).

 

HALO SPORT – PS Sleman mengawali pertarungan di Piala Menpora dengan hasil mengecewakan. Dalam duel pertama di Grup C di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (23/3/2021), PSS dipaksa menyerah 2-1 oleh Madura United.

PSS sesungguhnya mengawali laga dengan baik. Mereka mampu menguasai permainan dan sempat unggul lebih dulu lewat tendangan bebas dari Irfan Jaya. Gol eks-pemain Persebaya Surabaya itu tercipta pada menit 19. Keunggulan Laskar Elang Jawa pun bertahan sampai akhir babak pertama.

Namun di babak kedua, situasi berbalik. Gawang PSS kebobolan dua kali. Diawali gol Moch Kevy Syahertian di menit 67. Selanjutnya, Jaimerson da Silva Xavier menjadikan Madura United unggul 2-1 di menit 87.

Faktor stamina menjadi penyebab kekalahan PSS. Pelatih Dejan Antonic mengakui bila tim bermain bagus selama 70 menit. Kondisi fisik pemain yang menurun menjadikan mereka kemudian kebobolan.

Bahkan gol penentu kemenangan Madura United tercipta saat laga tersisa tiga menit.

“Kami bermain cukup bagus sampai menit ke-70. Selanjutnya, stamina beberapa pemain mengalami penurunan,” kata Dejan usai pertandingan.

Tidak hanya stamina tetapi juga tim terlihat masih mengalami kesulitan saat menghadapi tekanan lawan. Namun secara keseluruhan Dejan menilai tim sudah bermain bagus. Mereka berada di jalur yang benar meski mengalami kekalahan.

Menurut dia ini menjadi pembelajaran tim saat menghadapi laga berikutnya. PSS butuh kemenangan bila ingin mendapatkan tiket ke babak berikutnya.

“Tentu saja kami sedikit sakit hati karena kalah. Namun kami sudah berada di jalur yang benar. Pemain sudah bekerja keras, disiplin dan memiliki semangat besar. Itulah kunci di liga ke depan,” ujar eks-pelatih Madura United ini.

Sementara, pelatih Madura United Rahmad Darmawan mengatakan kunci keberhasilan tim membalikkan keadaan setelah dia mengubah skema bermain. Menurut Rahmad, pemain terlihat kurang percaya diri dengan skema awal 3-5-2.

“Kita mengawali pertandingan dengan melakukan banyak kesalahan yang bisa dimanfaatkan lawan. Pemain seperti tak percaya diri dengan skema awal,” kata Rahmad.

“Di babak kedua, kami mengganti formasi dengan 4-1-4-1. Hasilnya, kami bisa mengembangkan permainan dan menemukan ritme yang hilang,” pungkas dia.

Kemenangan atas PSS menjadikan Madura United bertengger di puncak klasemen dengan pon tiga. Sama dengan Persebaya Surabaya yang mengalahkan Persik Kediri juga dengan skor 2-1.

Sementara, PSS berada di dasar klasemen. Persela Lamongan menjadi satu-satunya tim yang belum bertanding di laga tersebut.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.