Halau Kendaraan Berat Masuk Kawasan Kota Lama, Dishub Pasang Portal Batas Ketinggian di Ruas Jalan Letjend Suprapto

Sejumlah kendaraan melintas di Ruas Jalan Letjend Suprapto, Kota Lama Semarang yang telah dipasang portal batas ketinggian untuk kendaaran berat.

 

HALO SEMARANG – Ruas jalan tepatnya di Simpang Jalan Letjen Suprapto kini dipasang portal batas ketinggian untuk kendaraan besar.

Sehingga kendaraan dengan tinggi melebihi 2,1 meter tidak bisa melewati jalan tersebut. Hal ini salah satunya untuk menghindari kendaraan berat dan besar masuk ke kawasan Kota Lama Semarang.

Kabid Pengendalian dan Penertiban Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, Dishub sebenarnya telah memasang rambu larangan bagi kendaraan besar masuk ke Jalan Letjen Suprapto.

Namun, selama ini masih banyak pelanggaran. Jika tidak terdapat petugas yang berjaga, banyak kendaraan besar yang masuk ke jalan itu. Kemudian, Pemerintah Kota Semarang akhirnya memasang portal batas ketinggian menuju jalan tersebut.

“Jalan Letjen Suprapto sudah dikasih batas. Semua ruas yang mengarah ke situ juga sudah ada rambunya mulai dari polder Simpang Cendrawasih, Simpang Sayangan, dan Bubakan. Kendaraan sudah dihalau untuk cari jalan lain,” papar Danang, Jumat (8/1/2021).

Dia menjelaskan, kendaraan besar dengan berat bermuatan di atas tiga ton tidak diperbolehkan masuk Jalan Letjen Suprapto. Kendaraan besar bisa melalui alternatif lain, semisal melewati Bundaran Bubakan, Jalan Agus Salim, Jalan Patimura, Jalan Raden Saleh, atau Jalan Arteri Ronggowarsito.

“Yang boleh lewat Jalan Letjen Suprapto adalah sepeda, sepeda motor, mobil pribadi, dan mobil penumpang atau barang di bawah tiga ton,” sebutnya.

Hal itu, lanjut Danang, telah diatur dalam peraturan daerah. Alasan lain, Jalan Letjen Suprapto menggunakan bantu andesit. Menurutnya, batu andesit tidak kuat menampung beban berat. Kemudian di bawah jalan, terdapat sistem ducting.

“Kalau sering dilewati kendaraan berat, pasti jalannya akan rusak,” imbuhnya.

Danang melanjutkan, semakin banyak kendaraan berat yang melintas Jalan Suprapto juga dapat mengancam bangunan heritage. Terlebih, kawasan itu telah ditetapkan sebagai kawasan wisata cagar budaya.

“Kalau banyak kendaraan besar lewat situ, tentu akan menambah polusi. Padahal saat ini jalan itu sudah jadi kawasan wisata dan banyak pejalan kaki,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya akan menambah beberapa portal ketinggain di kawasan Kota Lama untuk menghalau kendaraan besar masuk ke kawasan heritage. Yakni antara lain di Jalan Merak, Simpang Cendrawasih, dan Simpang Sayangan.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.