in

Hadiri Sedekah Laut, Bupati Pati Berharap Pemerintah Pusat Penuhi Tuntutan Nelayan

Bupati Pati Haryanto, ketika hadir dalam acara sedekah laut di TPI unit 2 desa Bajomulyo Kecamatan Juwana, Minggu (15/5/2022). (Foto : Patikab.go.id)

 

HALO PATI – Bupati Pati Haryanto, mengatakan telah meneruskan keluh kesah para nelayan di Juwana, Pati, terkait PP 85 tahun 2021 dan permintaan nelayan agar indeks tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dapat diturunkan.

Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto, ketika hadir dalam acara sedekah laut di TPI unit 2 Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Minggu (15/5/2022).

“Saya bahkan sudah membuat surat kepada Presiden, Menteri Keuangan, dan Menteri Kelautan, terkait PP 85 tahun 2021. Kami minta agar indeks tarif PNBP pascaproduksi itu bisa diturunkan. Alasannya tentu karena saat ini semua kembali merintis, lantaran sebelumnya dihantam pandemi. Kemudian wilayah tangkapan jangan hanya 1 wilayah, namun beberapa wilayah,” kata Bupati, seperti dirilis Patikab.go.id.

Namun, lanjut Haryanto, semua hal itu merupakan wewenang Pemerintah Pusat.

“Karenanya, saya mohon ini dikawal. Saya berharap tuntutan ini bisa dikabulkan,”  kata Bupati.

Terkait perkembangan industri perikanan di Juwana, lanjut Haryanto, pada periode pertama dan kedua kepemimpinannya sebagai Bupati, dia mengaku sudah berusaha menata insfrastruktur.

“Dulu masuk wilayah Pulau Seprapat sangat sempit, sekarang sudah kami lebarkan dan bisa untuk aktivitas perkapalan. Karena bagaimanapun juga, Juwana ini merupakan pusat perekonomian, jadi harus mampu bangkit dari pandemi. Dan berbagai insfrastruktur yang kita bangun ini, semata mata membantu pertumbuhan perikanan di Juwana,” jelas Haryanto.

Ia pun menitip kepada siapapun yang akan menggantikannya sebagai Bupati, agar bisa meneruskan dan meningkatkan apa yang sudah dibangun dengan baik.

“Saya mendoakan semoga semua nelayan pelaku usaha perikanan dan semua yang bergerak di bidang perikanan ini diberikan kesehatan, keselamatan, dan keuntungan yang melimpah. Dan saya mohon karena ini masih pandemi, kita tetep mematuhi protokol kesehatan,” kata Haryanto.

Sementara itu dalam acara sedekah laut yang dihadiri pula oleh Forkopimda dan OPD terkait itu, Bupati menyampaikan rasa syukurnya karena setelah dua tahun terhalang pandemi Covid-19, akhirnya di 2022 ini masyarakat bisa kembali menggelar acara Sedekah Laut, secara meriah, di Juwana.

“Ya meski kali ini juga masih terbatas karena kita belum terbebas dari pandemi”, sambungnya.

Bagaimana pun juga, imbuh Haryanto, tradisi semacam itu memang tidak bisa ditinggalkan.

“Sebab kegiatan semacam ini, mengandung semangat untuk senantiasa memohon kepada Allah Swt agar semua mendapat keselamatan keberkahan dan keuntungan yang lebih”, terang Haryanto.

Pihaknya selaku kepala daerah pun mengaku selalu berusaha untuk menyempatkan hadir seraya memberikan restu.

“Saya sangat senang kalau rakyat saya mempunyai penghasilan lebih dari keberhasilan di bidang kelautan ini”, tegas Bupati.

Berharap Kemudahan

Sementara itu, Kepala Desa Bajomulyo, Sugito yang juga ketua panitia, mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, sehingga acara tersebut bisa terlaksana.

“Harapan kami, selaku pelaku usaha perikanan, mudah-mudahan kami senantiasa diberikan kesehatan keselamatan dan rejeki yang halal dan barokah”, ujar Sugito.

Kades Bajomulyo ini juga berharap Pemerintah Pusat memberikan kemudahan dalam perizinan.

“Untuk Kementerian Kelautan, semoga kami diberikan izin yang mudah, diberikan solar yang murah, dan diberikan wilayah tangkapan yang luas, sehingga kapal asing enyah dari bumi Indonesia. Dan juga mudah-mudahan diberikan retribusi yang murah dan pembangunan infrastruktur yang lebih baik lagi,” jelas Sugito yang juga memiliki latar belakang sebagai pengusaha pengolahan ikan.

Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Pati Haryanto, terkait 12 hektare tanah di Pulau Seprapat, yang bakal dimanfaatkan untuk area tambat kapal. (HS-08)

Bupati Semarang Resmikan SPB Pertades Desa Tlogo

Kasus Stunting di Rembang Rendah, Kepala BKKBN: Bisa Jadi Contoh Kabupaten Lain