in

Hadiri Salawat di Patean, Wabup Singgung Kasus DBD di Kendal Tertinggi di Jateng

Wabup Kendal Windu Suko Basuki saat sambutan dalam acara MI NU 62 Manba'ul Hisan Bersholawat, yang digelar di lapangan Desa Pakisan, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Kamis malam (20/6/2024).

HALO KENDAL – Wakil Bupati (Wabup) Kendal, Windu Suko Basuki, menghadiri acara MI NU 62 Manba’ul Hisan Bersholawat yang digelar di lapangan Desa Pakisan, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Kamis (20/6/2024) malam.
Dalam kegiatan yang dihadiri ribuan warga ini, Wabup menyinggung bahwa saat ini angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kendal yang tertinggi di Jawa Tengah.

“Untuk itu, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kendal, supaya menjaga kebersihan lingkungan, dengan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk,” pesannya.

Selain itu, Pakde Bas, sapaan akrab Wabup Kendal, mengajak kepada masyarakat untuk mendidik anaknya dengan dilandasi ajaran Islam. Sehingga diharapkan anak bisa menjadi manusia yang beriman, bertakwa, dan memiliki arah kehidupan yang benar sebagai seorang muslim.

“Memiliki anak yang saleh dan salehah pasti menjadi impian bagi kita semua. Dalam Islam, anak adalah titipan dari Allah Subhanahu Wataala, maka sebagai orang tua penting untuk merawat dan memberikan didikan yang baik dan Islami kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wabup juga mengapresiasi kerukunan yang dijaga dengan baik oleh warga Desa Pakisan. Menurutnya, penting bagi setiap orang untuk senantiasa menjaga kerukunan dalam lingkungannya.

“Pada dasarnya ada banyak sekali manfaat hidup rukun yang bisa dirasakan oleh setiap orang. Artinya, kita senantiasa harus menjaga kerukunan di dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan begitu, akan tercipta masyarakat yang aman, tentram, dan sejahtera,” tegasnya.

Acara salawat yang dihadiri ribuan masyarakat Desa Pakisan dan sekitarnya ini, juga diisi dengan Hadroh Grayak Al Muqorrobin Kendal. Lantunan shalawat pun menggema di sudut-sudut Desa Pakisan.

Sementara itu dalam tausiahnya, Gus Taufik Ibnu Ubaidillah menekankan pentingnya menggaungkan salawat sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kita diperintahkan Allah Subhanahu Wata’ala untuk bersalawat. Allah dan malaikatnya bersalawat kepada nabi. Wahai orang beriman, bersalawatlah kalian kepada nabi,” ungkapnya.

Lebih jauh, Gus Taufik juga menyampaikan ajaran Islam yang mengajarkan toleransi dan menjaga kerukunan antar-sesama. Menurutnya, hingga saat ini bangsa Indonesia dinilai mampu dan berhasil dalam menjaga kedamaian dalam bingkai toleransi dan kerukunan bangsa.

“Sampai sekarang negeri kita tercinta ini berhasil menciptakan Islam yang damai yang menjaga ukhuwah persaudaraan, baik saudara sebagai sesama muslim maupun juga sesama bangsa,” imbuhnya. (HS-06)

 

Pemkot Tegal Dorong Pemilik Kendaraan Gunakan Pelat Nomor Dalam Kota

Pemotor Terpeleset di Jalan S. Parman Semarang, Dipicu Limbah Rumah Makan Padang