in

Hadiri Pemakaman Kades Botomulyo, Kuasa Hukum : Penetapan Tersangka Bisa Gugur

Prosesi pemberangkatan jenazah almarhumah Siti Ismawati, Kepala Desa Botomulyo dari rumah duka, Kamis (11/7/2024)

HALO KENDAL – Dengan meninggalnya SI atau Siti Ismawati, selaku Kepala Desa Botomulyo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, yang telah ditetapkan tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal, maka otomatis menjadi gugur.

Hal itu ditegaskan Karman Sastro selaku kuasa hukum Kades Botomulyo, saat dirinya bersama rekan-rekan menghadiri prosesi pemakaman, Kamis (11/7/2024).

“Secara hukum ketika Ibu Isma ini sudah meninggal dunia, maka bentuk pertanggung jawaban pidana di dalam sangkaan oleh Kejaksaan Negeri Kendal, sehubungan dengan tindak pidana korupsi otomatis gugur. Karena meninggal, secara hukum pasti menjadi gugur,” tandasnya.

Namun demikian, lanjut Karman, terkait dengan hukum administrasi negara di Pengadilan Tata Udaha Negara (PTUN) tetap berjalan.

“Karena kebetulan sebelum meninggal, Ibu Isma sudah memberikan kuasa kepada kita, untuk membuatkan kontra memori kasasi, dan ini sudah dimasukkan ke Pengadilan PTUN. Jadi kami yakin prosesnya berjalan, yang gugur (hanya) secara pidana,” ungkapnya.

Sementara terkait meninggalnya kliennya, Karman menyebut mendapat informasi dari anak yang bersangkutan pada Kamis (11/7/2024) sekira pukul 03.00 WIB. Bahwa kliennya meninggal Rabu (10/7/2024) malam sekira pukul 21.00 di RS Tugurejo Semarang.

“Sekitar jam tiga, kita mendapat kabar dari salah satu anak dari almarhumah, bahwa Ibu Isma meninggal dunia pada Rabu malam (10/7) pada pukul 21.00 WIB di Rumah Sakit Tugurejo Semarang. Nah itu kan masih menjadi otoritas kejaksaan, sehingga rentan waktu antara jam 21.00 sampai jam 03.00 itu kami berusaha supaya almarhumah bisa dibawa pulang keluarganya untuk dimakamkan,” ujarnya.

Karman menceritakan, sebelumnya telah mengajukan pemeriksaan kesehatan yang bersangkutan. Namun belum dikabulkan oleh pihak Kejaksaan, yang bersangkutan sudah meninggal dunia.

Ia juga mengaku, jika yang bersangkutan telah memiliki riwayat penyakit dan pernah dirawat di RSI Kendal.

“Kalau menurut rekam medik dari Rumah Sakit Islam Kendal, ibu ini mempunyai riwayat penyakit dan pernah diopname selama empat hari. Jadi seharusnya Ibu Isma ini mendapatkan prioritas karena kesehatannya,” imbuh Karman. (HS-06)

 

Pemprov Jateng Bakal Replikasi 30 Desa Anti Korupsi Jadi 372 Desa pada 2024 

Kawal Kudus Ramah Investasi, Imigrasi Semarang Gelar Rapat Tim Pengawasan Orang Asing