in

Hadiri Muktamar Rifaiyah, Zulhas Bangkitkan Ekonomi Keumatan

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, ketika membuka Muktamar X Rifa’iyah, di Batang, Jawa Tengah, Sabtu (23/9/2023). (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan menyampaikan pemerintah mendukung dan mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pemberdayaan, serta pengembangan ekonomi umat, di lingkungan Rifa’iyah.

Mendag berharap, generasi emas muncul dari kalangan Rifa’iyah untuk menjadi pengusaha yang cerdas dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara

Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, ketika membuka Muktamar X Rifa’iyah, di Batang, Jawa Tengah, Sabtu (23/9/2023).

Dalam acara itu, selain mengagendakan pemilihan ketua umum, juga berupaya untuk memunculkan tokoh-tokoh muda Rifaiyah, agar berkontribusi melanjutkan perjuangan KH. Ahmad Rifa’i.

Adapun salah satu wujud dukungan di bidang pemberdayaan umat, yakni dijalinnya kerja sama Kementerian Perdagangan bersama Organisasi Keagamaan Rifaiyah dengan mengoptimalkan peran UMKM berupa warung kelontong milik Jamaah Rifaiyah.

Lebih lanjut Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan kehadirannya di Kabupaten Batang mewakili Pemerintah Pusat sekaligus membuka Muktamar Rifaiyah Ke-X.

Ia mengapresiasi kontribusi dari KH. Ahmad Rifa’i sangat luar biasa baik di masa perjuangan hingga penyebarluasan ajarannya oleh para santrinya hingga ke luar Jawa bahkan meluas sampai ke Singapura dan Malaysia.

“Kami juga siap melatih jiwa kewirausahaan para santri dan jamaah Rifaiyah, dengan membuka warung, rencananya akan kami bantu 1.000 warung dengan nominal Rp20 juta untuk tiap warungnya,” katanya, usai membuka Muktamar Rifaiyah Ke-X, di halaman GOR Indoor Abirawa, Kabupaten Batang, Sabtu (23/9/2023).

Dalam kesempatan itu, Mendag juga menyampaikan selamat dan sukses kepada Organisasi Rifa’iyah.

Muktamar ini diharapkan dapat menghasilkan program yang mendukung peningkatan kualitas umat dan menciptakan kesejukan di tengah masyarakat.

Acara ini turut dihadiri oleh Anggota DPR RI, Asrul Sani; Ketua Umum Pimpinan Pusat Rifa’iyah, Mukhlisin Muzarie; Sekjen Pimpinan Pusat Rifa’iyah, Saeful Arif; Ketua Dewan Syuro Rifa’iyah Pusat, Imbuh Jumali; dan Sekretaris Dewan Syuro Rifa’iyah Pusat, Muhammad Ma’ruf Sabrawie.

Sementara itu, Ketua Umum PP Rifaiyah KH. Mukhlisin Muzarie mengatakan, untuk pengembangan ekonomi kerakyatan tentu membutuhkan kompetensi khusus, maka perlu ada pelatihan terlebih dahulu.

“Para santri kami perlu dilatih dulu, kalau tidak dikhawatirkan modalnya bisa hilang. Kami utamakan santri-santri yang sudah punya jiwa kewirausahaan, khususnya yang sudah mengelola unit usaha kecil di pesantren maupun sekolah,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Iskandar Rifa’i yang merupakan keturunan ke-4 dari KH Ahmad Rifa’i yang berada di Kota Tondano Sulawesi Utara mengungkapkan, sebagai keturunan langsung memiliki kewajiban melestarikan dan merawat makam Ahmad Rifa’i.

“Saya sangat bangga dan bersyukur karena KH Ahmad Rifa’i memiliki santri-santri yang sudah menyebarluaskan ajaran beliau, hingga berkembang menjadi organisasi keagamaan sebesar ini,” ujar dia. (HS-08)

Kompetensi Polisi di Grobogan dalam Layani Anak yang Berhadapan dengan Hukum Ditingkatkan

Gebyar HUT Lalu Lintas, Satlantas Polres Rembang Isi dengan Jalan Sehat