in

Hadiri Kirab Budaya Desa Gebyok, Wabup Karanganyar Minta Dimasukkan ke Kalender Wisata

Warga mengikuti senam bersama dalam Kirab Budaya Desa Gebyok, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. (Foto : karanganyarkab.go.id)

 

HALO KARANGANYAR – Kirab budaya yang diselenggarakan di Desa Gebyok, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, berpotensi menjadi sajian wisata. Event seperti ini bukan hanya dapat mengundang pengunjung dari desa-desa sekitar, melainkan juga wisatawan dari berbagai daerah untuk datang.

Kedatangan para wisatawan itu, juga dapat mengangkat perekonomian warga, terutama pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto, saat memberikan sambutan pada perhelatan Kirab Budaya di Desa Gebyok, Kecamatan Mojogedang Karanganyar, Minggu (25/9/2022).

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sangat mengapresiasi kirab budaya ini. Kirab budaya ini juga bisa mengundang wisatawan baik dari tetangga atau daerah lain untuk berkunjung ke Gebyok. Setelah mengetahui, maka potensi ekonomi masyarakat berupa UMKM yang ada di Desa setempat bakal terangkat,” papar Rober, seperti dirilis karanganyarkab.go.id.

Dia menambahkan, acara itu perlu dimasukkan dalam kalender kunjungan wisata, agar konsentrasi wisata pada hari Minggu, tidak hanya ke Tawangmangu dan Ngargoyoso, namun juga Mojogedang, yang menurutnya luar biasa.

Wabup juga mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung event-event semacam ini, sekaligus mengangkat UMKM.

“Apalagi keterlibataan Perguruan Tinggi sangat baik untuk saling kolaborasi. Kerja sama untuk mengangkat UMKM di Kecamatan Gebyok,” imbuhnya.

Sementara itu Kirab Budaya di Desa Gebyok, Kecamatan Mojogedang Karanganyar, berlangsung meriah.

Panitia menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan acara besar tersebut.

Selain itu seluruh warga bergerak menampilkan kebudayaan, kerajinan, dan hasil kerajianan yang dimilikinya.

Sejak pukul 07.00 masyarakat sudah membanjiri lapangan Desa Gebyok.

Dari masing-masing RW menampilkan kerajinan tangan atau potensi masing-masing wilayahnya.

Kerajinan itu meliputi sangkar burung, tas dari anyaman bambu, hasil bumi dan lain sebagainya.

Selain berkeliling ke desa, kirab budaya itu juga ada doorprize dan senam bersama.

Sementara Rektor Universitas Dharma AUB Surakarta, Prof Dr Siti Fatonah MM, menyambut baik kegiatan masyarakat Desa Gebyok, untuk mengangkat potensi wilayahnya.

Dengan dikemas kirab budaya, menurutnya, potensi desa di bagian utara Karanganyar itu, akan dikenal dan dilirik oleh wisatawan.

“Saya sangat bangga, apresiasi masyarakat untuk mengadakan kirab budaya sangat luar biasa,” imbuhnya. (HS-08)

1.000 Banser di Kebumen Ikuti Apel Kebangsaan

Satu Diduga Pelaku Pemukulan Ojol di Semarang Meninggal, Polisi: Dikeroyok Sesama Ojol