in

Hadiri Haul Akbar KH Ahmad Rifa’i, Ini Pesan Wabup Kendal

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki saat memberikan sambutan dalam acara Haul KH Ahmad Rifa’i pahlawan nasional asal Kendal, di Ponpes Al Fatih, Desa Damarsari, Kecamatan Cepiring, Minggu (31/10/2021).

 

HALO KENDAL – Pondok Pesantren Al-Faqih Desa Damarsari, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, menggelar Peringatan Hari Pahlawan dan Haul Akbar KH Ahmad Rifa’i sebagai Pahlawan Nasional Kabupaten Kendal, Minggu (31/10/2021).

KH Ahmad Rifa’i lahir di Desa Tempuran, Kecamatan Kaliwungu, pada tahun 1787 dan meninggal di Manado, Sulawesi Utara pada tahun 1871. Beliau adalah satu-satunya Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari Kendal. Beliau juga seorang ulama, penulis buku semangat perjuangan kemerdekaan.

Hadir dalam acara haul tersebut, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki dan Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf Iman Widhiarto.

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki dalam sambutannya mewakili Pemkab Kendal berharap, supaya perjuangan KH Admad Rifai menjadi teladan agar masyarakat Kabupaten Kendal juga memiliki semangat perjuangan dan kegigihan yang sama untuk memajukan Kabupaten Kendal dalam berbagai bidang.

Dikatakan Wabub yang akrab disapa Pakde Bas ini, di bumi Kendal, seorang yang gigih dalam melawan penjajahan Belanda, yaitu bernama KH Ahmad Rifa’i dilahirkan di Desa Tempuran, Kaliwungu.

Yang perlawanannya itu dilakukan melalui proses pembinaan kepada masyarakat, yaitu dengan menanamkan keyakinan keagamaan melalui tablig keliling di daerah-daerah Kendal.

“Dalam dakwahnya KH Ahmad Rifa’i tidak hanya menyampaikan masalah-masalah agama, tapi juga sosial kemasyarakatan. Ternyata sikap dan semangat yang diajarkan Kiai Rifa’i itu benar-benar meresap di hati masyarakat,” ungkap Pakde Bas.

Karena ajarannya mengancam eksistensi Belanda, akhirnya Kiai Rifa’i diasingkan ke Ambon.

“Setelah itu, beliau dipindahkan ke tahanan Kampung Jawa di Tondano Kabupaten Minahasa, Manado, Sulawesi Utara sampai wafat dan dimakamkan di sana,” imbuh Pakde Bas.

Atas jasa-jasa dan pengorbannya tersebut, pada tahun 2004 pemerintah menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada KH. Ahmad Rifa’i dari Presiden waktu itu, yakni Susilo Bambang Yudhoyono.

“Saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kendal, untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi daerah dan negeri ini,” tandas Pakde Bas.

Selanjutnya, Wabup juga berharap, seluruh masyarakat Kendal untuk bergandengan tangan, bersatu padu, selalu guyub dan rukun, serta menciptakan Kendal yang aman, damai dan kondusifitas.

“Jangan mudah terpancing berbagai isu dan hasutan yang tidak bertanggung jawab (saling memfitnah), mengadu domba, yang mengarah pada perpecahan bersama. Berhati-hatilah dan selalu bijak dalam penggunaan media sosial, serta jangan mudah terprovokasi yang terjadi di media sosial,” harap Pakde Bas.

Sebagai penutup, Wabup mengucapkan selamat dan menyambut baik atas terlaksananya kegiatan musyawarah daerah Rifa’iyah ini.

Karena selain lebih mempererat hubungan silaturahmi dan kerja sama antara pengurus, serta dapat melakukan berbagai rumusan untuk melahirkan rencana, keputusan dan gagasan baru dalam program kerja kepengurusan ke depan.

“Mudah-mudahan kepengurusan yang baru dapat mencapai keberhasilan yang lebih baik lagi,” tukas Pakde Bas.

Ketua Panitia Haul, Parno mengatakan, para Dzuriyah, santri dan jamaah Rifai’yah, hari ini melakukan Haul Akbar Pahlawan Nasional KH Ahmad Rifa’i yang digelar di Pondok Pesantren Al Fatih Desa Damarsari, Kecamatan Cepiring.

“Haul sekaligus Musyawarah Daerah V Rifa’iyah Kabupaten Kendal, yang akan menentukan Pimpinan Daerah Rifa’iyah, dihadiri ratusan peserta dari semua cabang di Kabupaten Kendal. Bahkan juga dihadiri keturunan dari KH Ahmad Rifa’i,” ujarnya.

Sementara itu, usai acara, Kepala Desa Damarsari, Nurhadi mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kendal kepada Rifa’iyah.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal yang selama ini terus bersinergi mendukung kegiatan-kegiatan Rifa’iyah. Semoga ke depan hubungan silatrurahmi ini dapat selalu terjaga dengan baik,” ujarnya.

Saat ini Organisasi Rifa’iyah sudah tersebar di 18 Provinsi di Indonesia. Ke depan akan dibangun kantor pusat Rifa’iyah yang berlokasi di Kabupaten Batang, dengan anggaran mencapai Rp 12 miliar.(HS)

Share This

Unwahas Gandeng NU Channel Adakan Pelatihan Mobile Digital Academy

Bupati Hadiri Wisuda XVI dan Sumpah Ners XIV STIKES Kendal