in

Hadiri Festival “Kita dan Kopi”, Wabup Rembang Akan Kembangkan Kopi Lokal

Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro’ meninjau festival “Kita dan Kopi Rembang Coffee Festival 2021”, di komplek gedung Balai Kartini. (Foto : Rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG –  Pemkab Rembang akan mengembangkan kopi asli Rembang, atau kopi yang ditanam di daerah tersebut. Saat ini banyak racikan kopi di Rembang, namun biji kopinya berasal dari luar daerah. Jika biji kopinya berasal dari tanaman kopi yang ditanam di tanah Rembang, tentu akan lebih baik.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro’, saat meninjau festival kopi bertajuk “Kita dan Kopi Rembang Coffee Festival 2021”.  Festival yang diadakan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Dinperindagkop dan UKM) Rembang itu, digelar di komplek gedung Balai Kartini.

“Insya Allah, kami sedang riset kopi asli Rembang berikut tanamannya. Kami akan explore mungkin di Kragan, Sluke atau daerah tinggi lain yang akan ditanami kopi,” kata dia, seperti dirilis Rembangkab.go.id.

Dalam event digelar Jumat (1/10) pagi hingga malam dan diikuti para pelaku usaha kopi tradisional dan modern itu, Wabup juga mencoba meracik kopi di salah satu stand.

Dia berharap festival ini bisa memotivasi para pelaku usaha produk kopi, untuk terus mengembangkan bisnisnya.

Saat ditanya apakah suka kopi, Gus Wabup menjawab tidak sebatas suka lagi. Minum kopi seperti menu minuman wajib baginya setiap hari.

“Minum kopi bisa menambah energi dan semangat. Kopi ini minuman pokok bagi saya,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Disperindagkop dan UKM, Akhsanudin mengajak para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) semakin kreatif, mau berinovasi agar memunculkan produk-produk baru.

Ia mencontohkan, ada sejumlah pelaku UKM yang sudah berinovasi menyajikan makanan tradisional yang dikemas dengan konsep yang kekinian. Hal itu juga dilakukan oleh pengusaha kopi yang saat ini menyajikan kopi dengan berbagai teknik.

“Salah satu prodak UKM Rembang yang dipamerkan di Jawa Tengah cukup banyak. Tiwul kalau jenengan itu dibungkus daun ya tapi ini sudah ada yang memulai mengemas dengan cara modern,” katanya.

Pihaknya akan terus memberikan dorongan berupa pelatihan kepada para pelaku usaha agar menghasilkan sebuah produk yang disukai masyarakat. Pelatihan pengolahan kopi juga pernah digelar Dinperindagkop pada Juni lalu dengan peserta para santri.

Dalam festival kopi ini juga dimeriahkan sejumlah kegiatan menarik diantaranya workshop foto produk, workshop meracik kopi, perkenalan sejarah kopi dan hiburan musik akustik. Pada malam harinya momen penutup adalah ngopi bareng Bupati. (HS-08)

Share This

Lantik 63 Kepala Sekolah, Bupati Rembang: Ini Energi Baru

Siswa SMKN 1 Blora Jurusan Multi Media Diajak Buat Konten Wisata Desa Nglobo