Hadapi Era Milenial, Kolaborasi Lintas Organisasi Profesi Dinilai Sangat Penting

Para pembicara dalam diskusi “Peran Jurnalisme pada Era Society 5.0” di Undip, Selasa (10/12/2019).

 

 

HALO SEMARANG – Memasuki era disrupsi dan masa depan yang makin cepat berubah, jurnalisme dan profesi jurnalis masih menjadi kekuatan penting untuk menopang dinamika masyarakat. Maka dari itu, penting untuk membangun kolaborasi lintas organisasi profesi jurnalis agar muncul kekuatan baru jurnalisme.

Kesimpulan tersebut mengemuka dalam diskusi terbatas “Peran Jurnalisme pada Era Society 5.0”, Selasa (10/12/2019). Hadir sebagai narasumber diskusi di Ruang Sidang Rektorat Undip itu, Wakil Rektor I Undip, Prof Dr Budi Setiyono dan Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Gunawan Permadi, dipandu Ketua IJTI Pengda Jateng, Teguh Hadi Prayitno.

Budi Setiyono mengatakan, media harus mengambil peran dalam proses kehidupan kampus, terutama berkaitan dengan hilirisasi hasil kajian dan penelitian ilmiah. Meski mengaku ada perbedaan proses hilirisasi di Eropa-Amerika dengan di Indonesia, Budi berharap sinergi pers dan kampus dapat membentuk kanalisasi kepentingan kampus dan industri pers.
Undip, kata dia, sangat membuka diri untuk forum-forum kajian bagi para jurnalis.

“Apalagi saat ini dengan perkembangan teknologi, segala informasi berseliweran di masyarakat dengan segala dampaknya. Jurnalis, lembaga profesi jurnalis, dan lembaga media bisa melakukan kajian-kajian untuk memetakan masa depan,” kata dia.

Secara kelembagaan, Undip juga memiliki captive market yang juga bisa diakses oleh jurnalis dan industri pers.

“Forum kajian ini bisa dimanfaatkan untuk mematangkan mekanisme itu, sehingga kedua belah pihak memperoleh manfaat,” tandasnya.

Sementara Gunawan Permadi menegaskan, perubahan yang cepat harus disikapi secara cepat dan tepat pula oleh para jurnalis.

“Sekarang ini adalah era kolaborasi, bukan era kompetisi. Masing-masing lembaga media tidak lagi dalam situasi bersaing. Ini perlu ditangkap oleh para jurnalis dengan kolaborasi secara riil,” ujarnya.

Dia sependapat apabila forum lintas media sebagaimana diinisasi Undip itu bisa menjadi embrio ke depan, sebagai forum yang melahirkan gagasan-gagasan baru dan peta kerja sama yang lebih berjangka panjang.

“Sebagaimana dikemukakan Rhenald Khasali, strategi untuk sukses saat ini adalah strategi mobilisasi dan orkestrasi. Nah, para jurnalis belum banyak mengambil peran untuk mobilisasi dan orkestrasi bagi kepentingan profesi dan lembaga media. Padahal, media massa justru menjadi alat penting bagi pihak-pihak yang sedang melakukan strategi mobilisasi dan orkestrasi,” paparnya.

Forum Lintas Media, ujarnya, bisa mengambil peran itu, sebagai agen mobilisasi dan orkestrasi untuk masa depan jurnalisme. “Di situ, lembaga-lembaga profesi seperti PWI, AJI, IJTI, dan sebagainya bisa bekerja sama untuk satu program yang kuat. Sehingga dari situ muncul kekuatan baru bagi industri media dan profesi jurnalis,” kata dia.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.