Gus Yasin Apresiasi Robot Desinfektan Karya Mahasiswa Fakultas Tekhnik Udinus Semarang

Kelompok Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Tekhnik Udinus yang menciptakan Robot Desinfektan.

 

HALO SEMARANG – Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang kembali memberikan kontribusi untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Kali ini robot desinfektan yang diciptakan oleh mahasiswa Program Studi S-1 Teknik Elektro, Fakultas Teknik Udinus Semarang mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen pada Jumat (9/4/ 2021).

Gus Yasin, sapaan akrab Wakil Gubernur Jawa Tengah juga mengucapkan terima kasih atas karya dan kontribusi dari Udinus yang disumbanngkan kepada Masjid Agung Jawa Tengah.

Menurutnya karya yang mahasiswa Udinus ciptakan sangat inovatif dan sangat berguna dalam menekan penyebaran Covid-19 di lingkungan masjid dan tempat ibadah lainnya.

“Kita semua tahu penyebaran Covid-19 tak hanya dari droplet atau bertemu tatap muka saja, tapi bisa dari benda-benda sekitar satu di antaranya melalui uang. Semoga alat ini bisa segera diproduksi massal,” ucapnya, seperti rilis yang diterima halosemarang.id Selasa (13/4/2021).

Zaenal Arifin M.Eng selaku Ketua Peneliti dan Ketua Pengabdian Masyarakat Fakultas Tekhnik Udinus sekaligus Dosen Prodi S-1 Teknik Elektro Udinus menjelaskan, bahwa kontribusi ini sebagai bentuk pengabdian untuk masyarakat yang dilakukan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Robot yang diciptakan mahasiswa Teknik Elektro Udinus ini nantinya bisa digunakan untuk melakukan sterilisasi di ruang utama masjid yang digunakan sebagai tempat salat.

“Untuk robot desinfektan ini menjadi yang kedua kalinya kami lakukan di MAJT, karena robot yang kami gunakan kali ini sudah didesain ulang, sehingga bisa memberikan hasil yang lebih maksimal dari sebelumnya,” jelasnya.

Kontribusi selanjutnya merupakan salah satu program penelitian yang dilakukan oleh Prodi Teknik Elektro, mengenai proses sterilisasi terhadap uang infaq yang diberi nama box sterilisasi.

Dalam kerjanya, box sterilisasi menggunakan ozon dan sinar Ultraviolet sebagai alat yang memproses sterilisasi benda di dalam box khususnya uang.

Tak hanya itu, agar uang di dalam box dapat steril secara menyeluruh, tim pengabdian masyarakat Prodi S-1 Teknik Elektro menambahkan 4 buah fan untuk memutar uang saat proses berlangsung.

Sekaligus 4 buah fan tersebut sebagai alat untuk menghembuskan ozon keluar dari box sterilisasi. Dalam proses sterilisasi berlangsung yang membutuhkan waktu sekitar 3 menit, terdapat larangan yang harus dipatuhi.

“Penelitian ini merupakan salah satu masukan yang diberikan oleh MAJT dan kemudian kami implementasikan menjadi ide untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui uang infaq. Kami akan terus berkontribusi di masa pandemi ini,” tuturnya.

“Orang yang mengoperasikan alat box sterilisasi saat proses berlangsung dilarang membuka tutup box, karena ozon dan sinar UV berbahaya bagi tubuh,” tambah Zaenal.

Setelah melalui uji coba dalam kurun waktu kurang lebih 10 hari, didapatkan bahwa dalam waktu 10 detik kuman sudah hilang 60 persen. Sedangkan dalam kotak tersebut yang disterilisasi selama 3 menit, nantinya alat tersebut juga akan dipatenkan dan sudah dalam tahap pengajuan.

Atas tim peneliti fakultas teknik ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian terhadap Masyarakat (LPPM) Udinus.

Drs Muhyiddin, MAg, selaku sekretaris pengelola MAJT juga merasa senang dan mengucapkan terima kasih atas kontribusi dari tim peneliti Udinus.

Alat tersebut dianggap dapat meringankan pengelola dalam mensterilkan uang infaq secara otomatis.

“Karena dalam seminggu kami menghitung uang kurang lebih sampai 4 kali dan sebelumnya hanya kami lakukan secara manual sesuai dengan protokol kesehatan,” imbuhnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.