in

Gus Yaqut Dukung Pengembangan Ma’had Al-Jami’ah Jadi Tempat Menempa Karakter Mahasiswa

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Foto : Kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mendukung pengembangan Ma’had Al-Jami’ah atau pesantren di perguruan tinggi. Menag melihat, keberadaan ma’had strategis dalam pembentukan karakter dan kepribadian mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

“Ma’had Al-Jami’ah adalah tempat menempa karakter dan kepribadian,” tegas Menag Yaqut saat meninjau Ma’had Al-Jamiah UIN Walisongo Semarang, Minggu, (26/9), seperti dirilis Kemenag.go.id.

Di antara karakter dan kepribadian santri, kata Menag, adalah sikap hormat kepada orang tua. “Penghormatan itu adalah karakter. Kalian, anak-anakku sekalian, tidak akan menjadi apa-apa kalau tidak mempunyai karakter,” tuturnya.

Menag juga minta para mahasantri, untuk tampil percaya diri. Menurutnya, santri tidak boleh minder. “Seorang santri, bisa jadi apa saja. Mau jadi Presiden, Wakil Presiden, Menteri, bahkan jadi Calon Presiden juga bisa. Itulah Santri bisa jadi apa saja,” kata Gus Yaqut disambut riuh tepuk tangan santri Ma’had Al-Jami’ah.

Di hadapan civitas academica dan mahasantri UIN Walisongo, Menag Yaqut menegaskan komitmennya dalam pengembangan pesantren perguruan tinggi. “Saya siap mengawal sampai tuntas. Catat komitmen saya ini. Saya juga minta komitmen kepada adik-adik, belajar yang sungguh, agar nanti ketika keluar dari Ma’had mempunyai karakter dan keadaban, berguna bagi bangsa,” pesan Gus Yaqut.

Kepala Ma’had Al-Jami’ah Walisongo, Ahmad Ismail menyampaikan kebanggaannya atas kunjungan Menteri Agama dan rombongan. “Ini kali pertama, Ma’had dikunjungi Menteri Agama,” kata Ahmad Ismail.

Ahmad Ismail menyampaikan bahwa Ma’had bukan lembaga ilmu saja, namun menjadi tempat pembentukan karakter mahasiswa, dengan kurikulum keislaman dan ketawadhu’an pengasuhnya.

“Ma’had bisa dijadikan benteng NKRI, dan pembentukan wawasan kebangsaan,” tambah Ahmad Ismail.

Rektor UIN Walisongo, Semarang, Imam Taufiq, melaporkan bahwa UIN Walisongo ingin menjadikan Ma’had menjadi ciri khas dan karakter tersendiri bagi kampus.

“Hanya melalui Ma’had akan melahirkan generasi-generasi yang hebat. Menjadikan center of excelence melalui Ma’had. Semoga, mulai tahun depan, semua mahasiswa baru bisa mondok di Ma’had Al-Jamiah. Semoga akselerasi ini dapat dipercepat. Kami menunggu arahan Bapak Menteri Agama,” tutup Imam Taufiq.

Tampak hadir Staf Khusus Bidang Image Building dan Pengembangan IT, Wibowo Prasetyo, dan Kakanwil Kemenag Jateng Musta’in. (HS-08)

Share This

Terima Kunjungan Menag, Kanwil Jateng ‘Pamer’ Layanan Publik Digital

KJRI Mumbai dan Keraton Jogja Berkolaborasi Hadirkan Pertunjukan Wayang Orang “Gana Kalajaya”