Guru dan Tenaga Medis Gratis Tiket Masuk Museum Lawang Sewu dan Museum KA Ambarawa

Foto ilustrasi kereta api PT KAI.

 

HALO SEMARANG – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menyelenggarakan promo khusus, yaitu gratis tiket masuk museum Lawang Sewu dan museum Kereta Api Ambarawa bagi guru dan tenaga medis.

Direktur Utama PT Kereta Api Pariwisata, Totok Suryono menyatakan, program promo khusus tiket gratis masuk ke museum Lawang Sewu dan Museum Kereta Api Ambarawa ini, berlaku mulai tanggal 16 November hingga 30 November 2020.

Menurutnya, promo itu dihadirkan untuk menghormati dan menghargai guru dan tenaga medis.

“Promo bagi guru dan tenaga medis guna menghormati guru dan tenaga medis  yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa,” katanya.

Humas KAI Wisata, M Ilud Siregar menambahkan, penyelenggaraan promo khusus masuk tiket gratis museum Lawang Sewu dan museum Kereta Api Ambarawa didasari oleh keberadaan guru sebagai sosok utama di garda terdepan pendidikan nasional.

“Dalam hal ini mengingat pendidikan adalah wadah fondasi yang sangat penting pencetak generasi bangsa. Sementara para tenaga medis atau kesehatan merupakan para pahlawan kemanusiaan pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Mereka yang berada di garis terdepan tidak hanya mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaga, juga rela mengorbankan risiko kesehatannya demi keselamatan orang lain,” ujarnya.

Syarat untuk mendapatkan tiket gratis bagi guru dan tenaga medis adalah menyerahkan fotokopi identitas sebagai guru dan tenaga medis berupa kartu/surat keterangan ID Card dan foto copy ID Card yang masih berlaku.

Selain itu, lanjutnya, para pengunjung yang datang ke museum Lawang Sewu dan Museum KA Ambarawa harus menerapkan protokol kesehatan.

“Kami tetap menerapkan protokol kesehatan yang di anjurkan oleh pemerintah dan 3M yaitu, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi para pengunjung di museum Lawang Sewu dan Museum Kereta Api Ambarawa. Untuk Kapasitas pengunjung masih kami terapkan 50% dari kapasitas daya tampung museum di masa adaptasi kebiasaan baru,” paparnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.