Guru Besar Undip, Prof Soemantri Tutup Usia

Penghormatan terakhir diberikan oleh pimpinan dan civitas akademika Undip pada upacara persemayaman di gedung auditorium kampus Undip Peleburan, Semarang, Selasa (22/9/2020).

 

HALO SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) berduka dengan berpulangnya Prof Soemantri, sebagai Guru Besar Undip dari Fakultas Kedokteran, Senin malam (21/9/2020).

Penghormatan terakhir diberikan oleh pimpinan dan civitas akademika Undip pada upacara persemayaman yang digelar pada Selasa (22/9/2020) di Gedung Auditorium Kampus Undip Peleburan, Semarang.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof Budi Setiyono mewakili Rektor Undip bertindak sebagai inspektur upacara.

“Selama hidup, almarhum Prof Soemantri dikenal sebagai dokter spesialis anak yang ramah dan mempunyai jiwa sosial yang tinggi,” ujar Prof Budi dalam sambutannya.

Prof Budi mengungkapkan, bahwa dedikasi almarhum untuk mengabdikan ilmunya terutama pada bidang hematologi dan onkologi sangatlah besar.

Kiprah almarhum Prof Soemantri di bidang medis juga mampu mengharumkan nama Universitas Diponegoro.

“Banyak hal dan pengabdian yang sudah diberikan almarhum untuk masyarakat, terutama bagi perkembangan kesehatan dan kesembuhan anak-anak yang sakit kanker dan gangguan pada darah,” tuturnya.

Beberapa pengabdian yang sudah dilakukan Prof Soemantri di antaranya menjadi Wakil Ketua PMI Kota Semarang mulai tahun 1987 hingga sekarang.

Almarhum juga menjadi salah satu pencetus dan Penasehat Yayasan Hematologi Yasmia Semarang mulai tahun 1994 sampai sekarang.

Selain itu juga pencetus dan Penasehat Persatuan Orang Tua Penderita thalassemia dan Persatuan Orang Tua Penderita Hemophilia Semarang, mulai tahun 1993 sampai dengan sekarang.

Ada juga jabatan sebagai penasehat ahli dan ikut merintis Yayasan Onkologi Indonesia di Jakarta.

“Masih banyak lagi pengabdian beliau sesuai dengan kepakarannya di bidang hematologi, yakni salah satu studi kesehatan yang mempelajari tentang darah dan gangguannya. Juga onkologi yakni sub bidang medis yang mempelajari dan merawat kanker,” ujarnya.

Almarhum Prof Soemantri yang lahir pada 1 Agustus 1936, meninggalkan 3 orang putri beserta menantu dan 6 orang cucu.  Sementara istrinya almarhumah Ibu Maria Goretti Tuti A sudah terlebih dahulu berpulang kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.