Gubernur Ganjar Pranowo : Penanganan Banjir Kebumen Sudah Baik

Gubernur Ganjar Pranowo menyapa warga para korban banjir di Kebumen. (Foto : Pemprov Jateng)

HALO KEBUMEN – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menilai penanganan banjir di Kabupaten Kebumen sudah baik. Banjir yang menggenangi area pemukiman sudah surut dan ribuan pengungsi sudah pulang ke rumah masing-masing. Tanggul jebol di desa Madurejo sepanjang 50 meter dan lebar 6 meter, juga sudah ditangani oleh BBWS.

“Sekarang sudah ditangani. Tanggul yang jebol juga sudah diperbaiki oleh BBWS dan saya minta dipercepat karena saat ini masih musim penghujan,” ucapnya.

Untuk pengungsi, ribuan warga yang awalnya mengungsi di SDN 2 Madurejo dan di rumah panggung Sidobunder, sudah pulang ke rumah masing-masing. Namun posko pengungsian itu masih siaga untuk mengantisipasi bencana selama proses perbaikan tanggul.

“Saya minta tempat-tempat pengungsian seperti ini ditata dan dikasih jarak. Kalau di gedung sekolah seperti ini, bisa menggunakan meja atau kursi siswa untuk penyekat, sehingga mereka punya jarak, nyaman, sirkulasi bagus dan aman karena masih pandemi. Saya minta BPBD Kebumen melakukan skenario ini,” kata Ganjar Pranowo, Selasa (3/11).

Gubernur Ganjar Pranowo meninjau dapur umum di tempat pengungsian korban banjir Kebumen. (Foto : Pemprov Jateng)

Ganjar menegaskan semua bantuan bencana alam di Jawa Tengah masih aman. Pihaknya siap membackup penuh BPBD Kebumen terkait pemenuhan bantuan itu.

“Ini masih awal La Nina, tapi kondisinya sudah seperti ini. Untuk itu, saya minta semua warga semua siaga, termasuk BPBD, SAR, PMI, saya minta semuanya siaga. Termasuk TNI/Polri untuk membantu,” kata dia.

Petugas BBWS menggunakan ekskavator untuk memperbaiki tanggu yang jebol. (Foto: Pemprov Jateng)

 

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Kebumen, Teguh Kristiyanto mengatakan  sampai saat ini sudah ada 22 lokasi tanggul jebol di Kebumen. Selain itu terdapat pula 230 lokasi longsor di sejumlah daerah.

“Kalau yang di sini, ada empat desa yang terdampak banjir, tapi yang parah ya di Madurejo dan Sidobunder. Yang mengungsi sekitar 2000 an, tapi saat ini sudah pulang semuanya. Tanggul juga ini kami kebut, agar segera selesai sehingga masyarakat aman,” katanya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.