in

GTT Berperan Sukseskan Program Guru Tonggo di Klaten

Bupati Klaten Sri Mulyani dalam acara penyerahan dana insentif bagi 4.102 GTT atau PTT Kategori II dan GTT atau PTT Non Kategori II, Kamis (6/04) di Pendopo Setda Kabupaten Klaten. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Pada masa pandemi Covid-19 ini, peran Guru Tidak Tetap (GTT) atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) sangat dibutuhkan, termasuk untuk menyukseskan program “Guru Tonggo”. Program ini dilaksanakan, demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Klaten.

Dalam program tersebut, para guru dan kepala sekolah tingkat sekolah dasar di Klaten, diminta untuk mengajar para siswa SD di sekitar tempat tinggalnya.

Bukan hanya guru aktif, para pensiunan guru SD pun, bisa terlibat dalam kegiatan ini. Siswa yang diajar pun, tak harus dari sekolah tempat mereka mengajar.

Peran GTT dalam gerakan Jogo Tonggo tersebut, diungkapkan Bupati Klaten Sri Mulyani, dalam acara penyerahan secara simbolis, dana insentif bagi 4.102 GTT atau PTT Kategori II dan GTT atau PTT Non Kategori II, Kamis (6/04) di Pendopo Setda Kabupaten Klaten.

Dana Insentif tersebut, berasal dari anggaran APBD Pemerintah Kabupaten Klaten Tahun 2021, untuk Program Peningkatan Kesejahteraan Guru GTTatau PTT.

“Alhamdulillah hari ini bisa saya serahkan. Semoga apa yang diberikan pemerintah Kabupaten Klaten, bisa dimanfaatkan dengan baik dan menjadi penyemangat bagi GTT atau PTT, untuk mendidik generasi penerus di Kabupaten Klaten,” kata dia, seperti dirilis Klatenkab.go.id.

Pemberian insentif untuk  4.102 orang GTT/PTT- K2 dan GTT/PTT Non- K2 tersebut bervariasi. Untuk GTT PTT- K2 menerima Rp 6 juta per orang. Sedangkan kategori Non-K2 berbeda tergantung masa kerjanya.

Untuk masa kerja satu hingga tiga tahun, menerima Rp 1, 98 juta per orang.

Masa kerja empat hingga enam tahun menerima Rp 2,4 juta per orang, dan masa kerja tujuh hingga sembilan tahun menerima Rp 2,7 juta per orang.

Guru Non-K2 dengan Masa kerja 10 hingga 12 tahun menerima Rp. 3 juta per orang sedangkan Non-K2 yang sudah mengabdi selama 13 atau lebih menerima Rp. 3,3 juta per orang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Wardani Sugiyanto berharap kepada perwakilan GTT atau  PTT K2 dan Non K2 yang hadir menerima insentif di Pendopo Setda Kabupaten Klaten, bisa menyampaikan kepada yang lainnya. Agar kinerja GTT atau PTT K2 dan GTT atau PTT Non K2 senantiasa bisa meningkat.

Dia juga meminta restu kepada seluruh hadirin untuk bisa mendoakan agar GTT atau PTT K2 dan Non K2 bisa lolos menjadi Guru PPPK.

“Mohon doa restu agar melalui forum ini kawan-kawan yang akan mengikuti seleksi PPPK bisa lolos dan harapan kami posisi guru yang kosong bisa diisi oleh GTT atau PTT K2 dan GTT atau PTT Non K2, mengingat banyak guru SD yang kekurangan PNS menjadi keprihatinan kami,” kata dia. (HS-08)

Share This

Permudah Penyekatan Pada Masa Larangan Mudik, Truk Galian C di Klaten Dilarang Beroperasi

Warga Keturunan Tionghoa Beri Bantuan Sosial Peduli Covid-19