in

GSWI Diresmikan, Diharapkan Membawa Kemajuan Sepak Bola Wanita Jawa Tengah

Gerakan Sepak Bola Wanita Indonesia atau GSWI resmi diluncurkan di Hotel Pakons Prime, Tangerang, Banten, Minggu (6/6/2021).

 

HALO SPORT – Gerakan Sepak Bola Wanita Indonesia atau GSWI resmi diluncurkan di Hotel Pakons Prime, Tangerang, Banten, Minggu (6/6/2021). Hadirnya GSWI ini menjadi kabar positif dalam upaya mengembangkan sepak bola wanita di Indonesia. Apalagi pada 2022, Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Asia Wanita U-17.

Acara peluncuran ini sekaligus memilih Nadalsyah sebagai Ketua Umum (Ketum) GSWI. Pria berusia 56 tahun itu secara mufakat dipilih oleh 34 anggota pengurus GSWI dari seluruh Indonesia.

Nadalsyah mengaku bersyukur telah diberi kepercayaan memimpin organisasi. Oleh sebab itu, ia meminta dukungan dari semua pihak agar prestasi sepak bola wanita terus membaik.

“Tentunya pekerjaan ke depan bagaimana membesarkan organisasi ini, demi bisa tumbuh dan berkembang di Indonesia,” ujar Nadalsyah.

Lebih lanjut, Nadalsyah menjelaskan latar belakang didirikannya GSWI. Utamanya karena di Indonesia banyak pesepak bola wanita yang harus dikelola serius supaya menjadi pemain berkualitas.

Sebab setiap tahunnya, banyak agenda internasional yang diselenggarakan. Tapi, persiapan Timnas Wanita Indonesia selalu tidak berjalan mulus.

Padahal, kata Nadalsyah, pemain sepak bola wanita juga punya impian besar terkait prestasi dan nasionalisme. Impian itu adalah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

“Itulah yang akan kami angkat nanti dan digaungkan bersama 34 provinsi di Indonesia untuk mengembangkan GSWI,” ucap Nadalsyah.

Terkait program terdekat, GSWI akan menggelar turnamen sepak bola wanita. Dalam menjalankan event tersebut, mereka rencananya bakal bekerja sama dengan PSSI.

Turnamen tersebut diagendakan digelar pada Agustus hingga November 2021 di seluruh provinsi Indonesia. Kemudian diikuti pemain-pemain berusia U-14, U-16, U-19, dan U-23.

“Turnamen diselenggarakan pada tahun ini dan saya yakin PSSI akan memberi dukungan terhadap turnamen ini,” kata Nadalsyah.

Sementara itu, koordinator GSWI Jawa Tengah yang juga Wakil Ketua GSWI Pusat, Rochmansyah Setiawan mengatakan, bahwa dengan diluncurkannya GSWI diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola wanita di Jawa Tengah.

“Jawa Tengah mempunyai 40-an klub sepak bola wanita yang terdaftar di Asprov, tetapi hanya segelintir yang aktif melakukan pembinaan,” kata Rochmansyah.

“Kita berharap ke depan, klub-klub yang ada di Jawa Tengah, bisa mengaktifkan kembali pembinaan di daerah masing-masing, tentunya juga harus diimbangi dengan dijalankannya sebuah kompetesi yang berjenjang dan berkelanjutan, dan ini menjadi pekerjaan rumah kami dan teman-teman di GSWI ke depannya,” tambahnya.

“Berikutnya kita akan berkoordinasi dengan Asprov Jawa Tengah, untuk bisa saling bersinergi memajukan sepakbola wanita di Jawa Tengah,” tegasnya.

Kehadiran GSWI, juga disambut antusias oleh salah satu pelatih muda klub sepak bola wanita di Kota Semarang, Aji Irawan. Dirinya menyambut baik apa yang ke depan direncanakan oleh GSWI.

“Pemain tidak hanya berlatih, tetapi mereka juga butuh pertandingan untuk mengukur kemampuan mereka, sehingga bisa menjadi tolok ukur dalam mengevaluasi perkembangan pemain dan tim,” kata Aji Irawan.

Rencana GSWI menggelar turnamen juga disambut positif oleh Kepala Departemen Sepak Bola Wanita PSSI, Papat Yunisal. Sebab, event seperti itu menjadi opsi buat federasi untuk mencari pemain.

“Apalagi PSSI memutuskan tidak menggelar Liga 1 Wanita, tetapi tetap ada Pertiwi Cup,” ujar Papat.

Terlebih pada 2021 dan 2022, PSSI butuh banyak pemain wanita karena padat agenda. Maka dari itu, federasi harus punya database pemain.

“Tahun ini banyak agenda sepak bola wanita yang jadwalnya nyaris bersamaan. Misalnya level senior ada Piala AFF dan SEA Games. PSSI juga dapat undangan turnamen ke Gothia Cup dan Jenesys Cup,” tutur Papat.

Papat pun mengatakan, PSSI kemungkinan besar menyambut keinginan kerja sama yang digaungkan GSWI. Alasannya karena GSWI siap membina banyak pemain wanita yang dibutuhkan federasi.

Kebutuhan utama PSSI sekarang yaitu membentuk skuad untuk SEA Games 2021. Pesta olahraga se Asia Tenggara itu rencananya bakal digelar tahun ini di Vietnam.

“Kalau nanti ada turnamen, akan kami arahkan ke mereka usia berapa yang dibutuhkan PSSI. Ini dilakukan supaya GSWI mengadakan turnamen U-18, padahal kami butuh U-15. Tapi kami yakin dari gerakan seperti GSWI ini akan muncul aset-aset terbaik untuk Timnas Wanita Indonesia junior atau senior,” imbuh Papat.(HS)

Share This

Kunjungan Kerja Ke Pekalongan, Panglima TNI dan Kapolri Minta Perkuat PPKM Mikro dan Tingkatkan 5M

Ganjar ke Bupati-Wali Kota: Bantuan Sudah Turun, Tinggal Memanfaatkan