in

Goes To Campus, Upaya Meringankan Kinerja Bawaslu Dalam Pengawasan

Acara Bawaslu Goes to Campus di STIK Kendal, Minggu (14/11/2021).

 

HALO KENDAL – Peran pemuda dan mahasiswa sangat dibutuhkan untuk membantu kinerja Bawaslu menjadi Pengawas Partisipatif dalam Pemilu 2024 nanti.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Kendal, Ghozali di hadapan puluhan Mahasiswa Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) dalam acara Bawaslu Goes to Campus, Minggu (14/11/2021).

Bawaslu mengajak mahasiswa untuk bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik dan sekaligus diajak untuk ikut menjadi Pengawas Partisipasif dalam Pemilu 2024 nanti.

“Mahasiswa bisa ikut menciptakan Pemilu Indonesia yang jujur, adil, dan konsisten,” kata Ghozali.

Untuk itulah, Bawaslu Kendal menggelar acara Goes to Campus ini, dengan tujuan membidik para pemuda dan mahasiswa untuk ikut mengawasi tahapan Pemilu nanti.

Menurut Ghozali, dengan adanya peran pengawasan dari pemuda dan mahasiswa, harapannya angka money politic atau politik uang bisa ditekan.

“Sebab yang namanya politik uang itu biasanya susah untuk dibuktikan. Bagaikan kentut. Ada baunya, tidak ada fisiknya,” tandasnya.

Artinya, lanjut Ghozali, mereka saling merahasiakan, namun suara atau isu politik uang sangat gencar.

“Tentunya pengawasan ini menjadi sebuah tantangan yang sangat luas, jika Bawaslu tidak melibatkan berbagai pihak seperti masyarakat sipil, perguruan tinggi, mahasiswa, pemilih pemula, pengawasan tidak akan optimal,” paparnya.

Sementara itu, menurut salah satu dosen Sekolah Tinggi Islam Kendal, Ahmad Munadhirin, pihaknya sangat mengapresiasi program dari Bawaslu dalam Goes to Campus di STIK ini.

“Sebab dengan melibatkan para pemuda, mahasiswa dan pemilih pemula, pengawasan Bawaslu akan menjadi ringan. Ketika dibantu masyarakat menjadi pengawas partisipatif,” jelasnya.

Senada disampaikan, Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kendal, Abdul Hamid. Menurutnya, acara Bawaslu Goes to Campus ini sangat penting dengan melibatkan para mahasiswa, sebagai pengawas partisipasif.

“Maka Pemilu 2024 yang akan datang bisa lebih baik daripada tahun sebelumnya,” ucapnya.

Di sisi lain, Ketua STIK, Ahmad Tantowi sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Bawaslu, dengan megajak STIK untuk bekerja sama mengawasi Pemilu 2024 nanti.

“Sekitar 30 persen jumlah pemilih di Indonesia berasal dari pemilih pemula. Atau dengan kata lain pemilih pemuda. Hendaknya pemilih pemula di Kabupaten Kendal, mempunyai pemahaman kepemiluan masing-masing. Namun yang baik, bermartabat dan berkualitas,” ungkapnya.

Tantowi berharap, di Pemilu seretak 2024 nanti, pemilih pemula tidak hanya datang dan memberikan suara saja. Tapi harus ikut dalam proses pengawasan.

“Dengan parsipatif pemuda dan mahasiswa, bisa jadi energi positif bagi upaya bangsa, dalam melahirkan demokrasi yang baik dan berkualitas,” pungkasnya.(HS)

Share This

Polres Purbalingga Gelar Vaksinasi Massal, Warga : Terima Kasih Pak Polisi

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Senin (15/11/2021)