in

Gobel Tegaskan Bansos dan BLT Bukan Solusi Berantas Kemiskinan

Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menghadiri Festival Pasar Pangan di Kelurahan Tanggikiki, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. (Foto: dpr.go.id)

 

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmat Gobel, mengungkapkan segala jenis bantuan sosial, bukan solusi untuk memberantas kemiskinan, khususnya di Provinsi Gorontalo.

Pemerintah yang menyalurkan bantuan itu sebaiknya memikirkan solusi terbaik lainnya, seperti menciptakan lapangan kerja.

Hal itu disampaikan Rachmat Gobel, dalam Festival Pasar Pangan atau pasar murah untuk produk sembako, di Kelurahan Tanggikiki, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, baru-baru ini

“Pemberian Bansos, Sembako dan BLT itu sebenarnya bukan solusi memberantas kemiskinan. Itu bersifat jangka pendek, darurat dan sementara. Solusi terbaik adalah dengan menciptakan lapangan kerja agar pengangguran berkurang dan membuka kesempatan berusaha seluas-luasnya,” ujar Gobel, seperti dirilis dpr.go.id, Jumat (12/02/2024).

Berbagai pembangunan untuk mengatasi kemiskinan itu, akan dilaksanakan melalui Visi 2051.

Adapun bentuknya, untuk Gorontalo, adalah membangun Pelabuhan Internasional Anggrek dan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Pangan.

Ia menginvestasikan dana Rp1,4 triliun. Investasi itu akan menarik investasi tambahan antara Rp5 triliun-Rp10 triliun.

“Dalam 30 tahun akan tercipta sekitar 100 ribu lapangan kerja baru. UMKM akan tumbuh menopang industri,” terangnya.

Politisi Fraksi Partai Nasdem ini, menjelaskan bahwa khusus untuk Gorontalo yang notabene merupakan daerah pemilihannya (Dapilnya), pilihan terhadap industri pangan karena tanah Gorontalo yang sangat subur dan lautnya kaya ikan.

Maka dari dia menilai wajar, jika penduduk Gorontalo banyak yang bekerjka di bidang pertanian dan kelautan.

Jika APBD berpihak kepada petani dan nelayan, maka persoalan kemiskinan lebih mudah diatasi.

Sebagai orang yang ikut berkontribusi dalam mendirikan Provinsi Gorontalo pada 2000, Gobel mengaku sedih dan prihatin daerahnya konsisten sebagai Provinsi termiskin ke Lima di Indonesia.

Padahal Provinsi tersebut didirikan dengan tujuan Gorontalo yang lebih maju, lebih sejahtera dan lebih mandiri.

Bahkan APBD terus meningkat dan bantuan APBN dari pusat pun bertambah. Untuk itulah Gobel mengajukan Visi 2051 untuk membangun Gorontalo.

“Kita memimpikan Gorontalo yang maju dan sejahtera. Jangan sampai kita mewariskan kemiskinan kepada generasi penerus. Kami punya konsep dan gagasan untuk membangun Gorontalo,” kata dia. (HS-08)

Kemenag Sebut AICIS 2024 Forum Tepat Definisikan Ulang Peran Agama Hadapi Krisis Kemanusiaan

Peningkatan Permintaan Minyak Dunia Kerek Harga ICP Januari 2024 Jadi USD 77,12 per Barel