in

Gibran Inginkan Semua Warga Solo Tinggal di Rumah Layak Huni

Acara penyerahan hasil program Rumah Melati, kerja sama Korem 074/WRT, Pemkot Surakarta, dan PT Shopee Indonesia, Selasa (24/8) di Bale Tawangarum Balai Kota Surakarta. (Foto Surakarta.go.id)

 

HALO SURAKARTA – Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, menginginkan semua warganya tinggal di rumah layak huni, berdinding tembok, berlantai keramik, dan tidak bocor.

Harapan itu disampaikan Gibran, ketika memberi sambutan dalam acara penyerahan hasil program Rumah Melati, kerja sama Korem 074/WRT, Pemkot Surakarta, dan PT Shopee Indonesia, Selasa (24/8) di Bale Tawangarum Balai Kota Surakarta.

Rumah melati adalah program bantuan TNI AD, untuk memperbaiki rumah-rumah yang tidak layak huni (RTLH),

Dalam kesempatan itu Gibran Rakabuming Raka menyampaikan apresiasinya untuk TNI AD, khususnya Koramil Warastratama dan Kodim 0735. Menurut dia, bantuan perbaikan RTLH di Kota Surakarta ini, sangat membantu program Pemerintah Kota Surakarta untuk menyediakan rumah layak huni bagi warga masyarakatnya. Dengan demikian dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program yang telah ada sebelumnya, belum bisa mencakup kebutuhan Rumah Layak Huni di Kota Solo, karena anggaran terbatas dari Pemerintah Kota Solo. Dengan bantuan Rumah Melati dari TNI AD ini, sangat membantu warga kami memiliki rumah yang lantainya dikeramik, atap galvalum, serta berdinding tembok bukan bambu,” kata Gibran, seperti dirilis Surakarta.go.id.

Wali Kota mengaku Pemerintah Kota Surakarta mengupayakan bantuan anggaran dan proyek rumah layak huni ke berbagai pihak, di antaranya Basnaz, Bank Jateng, Pemprov Jateng, dan Pemerintah Pusat.

Terkait dengan pemberitaan soal Rumah Susun Semanggi yang akan diratakan, Wali Kota Gibran menegaskan, pihaknya akan membangun Rumah Susun Semanggi yang baru, karena usia bangunan sudah cukup tua, lebih dari 10 tahun.

Hal tersebut juga bertujuan agar kesejahteraan warga meningkat dengan menyediakan hunian yang layak bagi warga Kota Surakarta yang kurang atau tidak mampu.

“Saya pengin warga tinggal di rumah yang layak, tidak bocor, lantainya kalau bisa keramik semua, bisa mengakses air bersih, dan listriknya tersambung. Itu yang paling penting,” ucap Gibran.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf, jika selama renovasi rumah dilakukan, warga harus pindah sementara. “Tapi warga sudah kembali ke rumah ya. Terima Kasih sekali lagi untuk bapak-bapak TNI. Di masa Pandemi Covid ini, di samping menjaga keamanan pada masa Covid 19, melakukan 3 T dan vaksinasi, masih ada waktu untuk membantu merenovasi rumah. Ini luar biasa sekali,” kata Gibran.

Sementara itu, Komandan Korem 074, Kolonel Infantri Deddy Suryadi, mengatakan  kegiatan Rumah Melati tersebut, untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar di masa Pandemi Covid-19.

Program Rumah Melati, merupakan bentuk kepedulian TNI kepada warga sekitar. Program yang juga didukung penuh oleh Pemerintah Kota Surakarta ini juga menjadi sarana mendekatkan TNI dengan rakyat. Pasalnya, pembangunan atau renovasi dilakukan langsung oleh anggota TNI sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat.

”Kami bergotong royong mengubah RTLH menjadi Rumah Melati. Kami bekerja sama dengan banyak pihak untuk membantu masyarakat kurang mampu di wilayah Kota Surakarta,” kata dia.

Diketahui, bantuan 16 unit Rumah Melati diberikan pada warga kurang mampu, di masing-masing kecamatan di Kota Surakarta dengan koordinator tiap-tiap Koramil.

Ignatius Sunando, warga RT 3 RW VI kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, pemilik salah satu bantuan Rumah melati dari Korem 074  pun turut menyampaikan rasa syukur dan harapannya terhadap proyek Rumah Melati ini.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Korem 074, Pemerintah Kota Solo dan Shopee yang telah terlaksananya Rumah Melati ini. Semoga bermanfaat bagi saya sekeluarga, nyaman dan aman dihuni.”

Selain rumah tinggal milik Ignatius Sunado, renovasi rumah milik Dinah Wongsodikromo warga Banjarsari, Dwi Gendro warga Jebres serta rumah milik Vena Niken warga Pasar Kliwon juga telah selesai dibangun dan siap dihuni. (HS-08)

Share This

Bupati Sukoharjo Belum Izinkan Warga Gelar Hajatan

Gibran Ajak Masyarakat Solo Hijaukan Kota