in

Gibran Dukung Lomba Bertutur Untuk Asah Kemampuan Anak

Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, di aula Disarpusda Kota Surakarta menyerahkan hadiah bagi para pemenang Lomba Bertutur Tingkat SD / MI se Kota Surakarta. (Foto : Surakarta.go.id)

 

HALO SURAKARTA – Pemenang pertama Lomba Bertutur Tingkat SD / MI se Kota Surakarta, Odella Claralitha Cahyadi (Clara) akan mewakili Kota Surakarta, dalam lomba serupa untuk tingkat Jawa Tengah. Diharapkan, Clara akan kembali meraih juara, sehingga dapat mengharumkan nama Kota Solo.

Harapan tersebut disampaikan Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, Kamis (20/5) di aula Disarpusda Kota Surakarta, ketika menyerahkan hadiah bagi para pemenang Lomba Bertutur Tingkat SD / MI se Kota Surakarta. Enam besar pemenang lomba menerima trofi, piagam, serta hadiah uang pembinaan.

Adapun para pemenang, seperti dirilis Surakarta.go.id, adalah Odella Claralitha Cahyadi (Juara I) dan Aloysia Amanda Kusuma Putri (Juara II), keduanya siswa SD Pangudiluhur I.

Selain itu juga Gabriela Cheryll Candra Putri ( Juara II – SD Pangudiluhur II ), Tristan Damar Nararya Priatono ( Juara Harapan I – SDN Tunggulsari II ), Yoshepine Galuh mandegani ( Juara Harapan II – SD Marsudirini ), dan Eliana Armeylian Sutejo ( Juara Harapan III – SD Pangudiluhur II ).

Dalam kesempatan itu, Gibran menyatakan sangat mengapresiasi dan mendukung penuh berbagai kompetisi yang melibatkan anak-anak berbakat. Dia berharap agar anak-anak lain termotifasi untuk mengikuti lomba-lomba serupa.

“Kompetisi ini baik banget untuk mengasah percaya diri dan mentalitas para pelajar. Harapan saya, lomba semacamnya bisa diikuti anak-anak lainnya. Pemenang pertama, Clara akan mewakili Kota Surakarta di Tingkat Jawa Tengah,” kata Gibran, seperti dirilis Surakarta.go.id.

Dalam kesempatan itu, Clara mengungkapkan awalnya tidak berminat mengikuti lomba tersebut. Namun karena diminta dan dipercaya oleh guru sekolahnya, dia akhirnya bersedia dan mempesiapkan diri.

“Saya akhirnya mau maju karena ceritanya menarik dan harapannya saya bisa menang dan mengharumkan nama Kota Solo,” ujar Clara.

Kabid Perpustakaan, Samsu Tri Wahyudi, selaku ketua panitia menjelaskan lomba tersebut diikuti 75 anak, dimulai 25 April untuk pengumuman sekaligus pendaftaran. Sehari kemudian hingga 4 Mei, peserta mengirim video ke panitia dan dilanjutkan penilaian oleh dewan juri, yang terdiri atas Hanindawan, Nasir (Istana Dongeng) dan Agung (Dosen UGM).

“Setelah dilakukan penjurian pada 4 sampai 9 Mei, hasilnya 12 besar peserta bertanding lagi pada 12 Mei tepat pada HUT Perpusnas. Hasilnya, diperoleh Juara I hingga Harapan III. Juara I langsung didaftarkan untuk lomba yang sama tingkat provinsi,” terangnya.

Samsu mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen mencerdaskan anak bangsa. Sekalipun kondisi saat ini sedang sulit karena pandemi Covid-19, Arpusda Surakarta tetap berkomitmen dengan tetap melaksanakan lomba bertutur dengan sasaran siswa-siswi SD/MI baik negeri maupun swasta yang telah memiliki perpustakaan sekolah.

Perlu diketahui, kemampuan bertutur adalah hasil literasi pada tahap pemahaman dan pemaknaan apa yang tersurat dan yang tersirat, yang diperoleh dari kegiatan membaca. Karena itu kegiatan bertutur, sangat relevan untuk terus digalakkan bagi generasi muda sejak usia sekolah, agar dapat mewujudkan SDM Indonesia unggul 10 tahun yang akan datang.

Lomba bertutur juga membuktikan bahwa kegemaran membaca anak Indonesia itu tinggi dan indeks literasi anak indonesia itu tinggi. Karena untuk terbiasa bertutur tentang suatu informasi, anak-anak sudah mencari informasi lebih terlebih dahulu mengenai tema yang akan disampaikan.

“Tujuan lomba ini yaitu untuk membangun masa depan bangsa indonesia melalui penguasaan literasi,” kata Samsu

Lomba Bercerita jenjang Sekolah Dasar merupakan salah satu kegiatan Dinas Kearsipan dan Pepustakaan Kota Surakarta dalam meningkatkan kreativitas anak.

Selain meningkatkan budaya baca, kegiatan tersebut juga melatih bagaimana anak mencerna lalu menceritakan kembali apa yang telah dibaca.

Disarpusda berharap acara seperti ini dapat dijadikan sebagai upaya Pemerintah kota Surakarta untuk melestarikan budaya Literasi, khususnya bercerita. Karena bercerita adalah jembatan bagi anak mengapresiasi bahan pustaka serta wawasan public speaking. (HS-08)

Lebaran Sapi, Ternak di Desa Sruni Diarak

Bupati Karangnyar Jadikan Pandangan Umum Fraksi Bahan Evaluasi