Gerakan Tanam Pohon Di Smanik, Bentuk Karakter Siswa Peduli Lingkungan

Penanaman pohon mewarnai peringatan HUT ke- 59 SMA Negeri 1 Kendal (Smanik) di tengah pandemi Covid-19.

 

HALO KENDAL – Berbagai kegiatan mewarnai peringatan HUT ke- 59 SMA Negeri 1 Kendal (Smanik) di tengah pandemi Covid-19.

Karena keterbatasan akibat masih adanya wabah corona, sebagian besar kegiatan dilakukan secara virtual.

Berbeda dengan peringatan kegiatan HUT pada tahun lalu, yang menghadirkan konfigurasi bendera Merah Putih dari cahaya lampu ponsel milik ribuan siswa.

Untuk kegiatan tahun ini, seperti pentas seni, berbagai lomba dan bahkan sambutan kepala sekolah, dilaksanakan secara virtual.

Khusus penanaman pohon di sekolah dilakukan langsung, karena tidak bisa dilakukan secara virtual. Yakni hanya melibatkan panitia seksi Adiwiyata.

Demikian disampaikan Kepala SMAN 1 Kendal, Yuniasih, usai menanam pohon secara simbolik bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Korwil XIII, Ernest Ceti Septyanti di sekolahan setempat.

“Semua kegiatan di sekolahan ini harus mendukung branding-branding yang diprogramkan. Khusus sekolah adiwiyata ada tiga macam kegiatan di HUT ini. Yakni bantuan penanaman pohon kepada panti asuhan, dan gerakan satu guru menyumbang satu pohon di sekolah. Kemudian penanaman pohon di sekolah ini yang mengadakan OSIS, namanya Gerakan Tanam Pohon di Sekolah,” terangnya.

Menurutnya, penanaman pohon dilakukan di lima titik. Pohon-pohon itu berasal dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Korwil XIII, hasil kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jateng.

“SMAN 1 Kendal menggerakkan penghijauan dan upaya pencegahan pelestarian lingkungan dan lainnya. Dengan harapan lulusan dari sekolahan ini akan terbentuk karakter yang punya kepedulian tinggi kepada lingkungan, untuk mencegah pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan,” ungkap Yuniasih.

Dikatakan, upaya-upaya tersebut akan dapat mewujudkan salah satu visi sekolah, yakni sekolah adiwiyata atau sekolah yang peduli terhadapa isu-isu lingkungan.

Branding lain yang melekat adalah sekolah siaga kependudukan, sekolah berintegritas, sekolah ramah anak dan sekolah yang menerapkan pelayanan berbasis TIK.

“Yang terbaru, merupakan sekolah binaan BNNK Kendal, sebagai penggiat untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba. Nama satuan gugusnya adalah Santika, yakni Smanik anti narkotika dan obat terlarang lainnya. Kita juga ada gerakan moral kebangsaan. Dengan branding-branding ini kami berharap akan mewujudkan visi yang tidak bisa kita raih dalam waktu satu dua tahun. Jadi untuk mewujudkan visi ini sedikit demi sedikit,” jelasnya.

Yuniasih menambahkan, pada tahun lalu gerakan moral kebangsaan yang dilakukan sekolah mendapat penghargaan Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid).

“Sedangkan tahun ini gerakan moral kebangsaan di tengah wabah pandemi Covid-19, hanya dilakukan oleh guru dan karyawan dengan membentuk Kromasik atau Keroncong Smanik Asik,” imbuhnya.

Rencananya, Kromasik akan menyanyikan tujuh buah lagu yang bertemakan perjuangan dan nasionalisme dan akan tampil di televisi milik pemerintah pada bulan Nopember mendatang.

“Mari kita terus bekerja, berjuang dan belajar jangan sampai patah semangat. Apapun kegiatan kita pasti berarti nantinya,” ajak Yuniasih.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Korwil Xlll, Ernest Ceti Septyanti mengatakan, pihaknya selalu melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah yang aktif dalam dalam program-program Green School Adiwiyata.

“Salah satuya SMAN 1 Kendal ini. Momen HUT ini digunakan oleh pihak sekolah, untuk memberikan semangat kepada siswa-siswanya peduli kepada lingkungan,” ungkapnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.