Gerakan Santri Menulis Pondok Sirojut Tholibin Diapresiasi Bupati Kendal

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto didampingi Wapemred Suara Merdeka saat meninjau Program Santri Menulis di Pondok Pesantren Sirojut Tholibin, Dusun Kersan Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon, Senin (26/4/2021).

 

HALO KENDAL – Program Santri menulis yang dipelopori oleh Suara Merdeka, merupakan kegiatan tahunan di bulan Ramadan yang menyasar para santri yang dinilai memiliki potensi strategis.

Adapun Kegiatan Santri Menulis di Pondok Pesantren Sirojut Tholibin, Dusun Kersan Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon, dibuka oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, Senin (26/4/2021).

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dalam sambutannya memberikan semangat kepada para santri untuk meningkatkan minat belajar, terutama bidang menulis.

Dirinya juga menyampaikan jika program Santri Menulis dinilai sangat baik, terutama dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi salah satu program Pemerintah Daerah.

“Program ini saya nilai sangat baik terutama pelaksanaannya berada di pondok pesantren. Tentunya saya berharap ini bisa menjadi kolaborasi berkelanjutan. Kebetulan saya juga memiliki program Santripreneur,” ungkapnya.

Program Santripreneur yang diinisiasi oleh Bupati Kendal, sejalan dengan adanya kemampuan Santri Menulis yang sedang dilakukan oleh Suara Merdeka.

Hal ini selain meningkatkan kemampuan SDM juga membuat para santri memahami penulisan buku maupun cara pembuatan rencana.

“Santripreneur sendiri merupakan program pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di lingkungan pondok pesantren dan menjadi potensi bagi penumbuhan wirausaha baru,” kata Dico.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Triyanto Triwikomo mengatakan, santri memiliki banyak potensi sebagai penulis besar, lantaran para santri telah memiliki materi dasar yang banyak.

“Sebenarnya para santri dari awal sudah memiliki bahan, terutama bacaan dari para santri ini bukan hanya sebatas buku pada umumnya. Para santri juga tentunya sudah mendalami ilmu agama termasuk multi budaya, dan ini tentunya bisa membuat santri menjadi penulis hebat,” jelasnya.

Triyanto menambahkan, pembelajaran Santri Menulis tidak sebatas pada bidang jurnalistik saja.

“Namun, nantinya para santri diharapkan memiliki kemampuan dan pemahaman menulis novel, cerita pendek, bahkan menjadi penulis buku layaknya biografi, sejarah, maupun sosiologi,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.