Gerakan Masyarakat Bela Beli Diusulkan di Purworejo

Ketua Koordinator Nasional Masyarakat Bela Beli Indonesia, Andi Wibawa dan pengusaha yang tergabung dalam Indonesian Islamic Business Forum, dalam pertemuan dengan Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM, di Rumah Dinas Bupati Purworejo. (Foto : Purworejokab.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Ketua Koordinator Nasional (Kornas) Masyarakat Bela Beli Indonesia, Andi Wibawa mengusulkan agar di Purworejo dibentuk sebuah perkumpulan, sekaligus gerakan bernama “Masyarakat Bela Beli Indonesia”.

Masyarakat bela beli Indonesia, adalah bentuk masyarakat luas yang memiliki semangat yang sama, untuk membela pemberdayaan UMKM. Mereka senantiasa membela dan mau membeli produk bangsa sendiri.

Hal itu disampaikan Andi Wibawa, dalam pertemuan dengan Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM. Hadir pula dalam pertemuan di Rumah Dinas Bupati Purworejo, Jumat (19/3) itu, sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Indonesian Islamic Business Forum (IIBF).

Pada pertemuan itu, dibahas beberapa hal terkait upaya pembedayaan produk UMKM di Kabupaten Purworejo.

“Tujuan kami agar UMKM agar semakin berdaya dan dapat menaikkan serta meningkatkan pasar. Yang kedua menaikkan produktifitas dari UMKM itu sendiri,” kata Andi, seperti dirilis Purworejokab.go.id.

Dia menjelaskan IIBF merupakan forum pengusaha yang memperjuangkan apa yang dibela sebagaimana Masyarakat Bela Beli Indonesia.

Kegiatan ini merupakan kerja sosial, konteksnya memperjuangkan produk-produk dari Purworejo untuk bisa dibeli dan dibela oleh masyarakat Purworejo.

Bentuk konkrit yang ditawarkan adalah bagaimana agar dapat menciptakan pasar melalui support penuh dari seluruh komunitas di Purworejo. Mulai dari pondok pesantren, pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat agar terwujud bentuk nyata yakni membeli produk-produk Purworejo.

Selain itu, lanjutnya, seluruh pengusaha di IIBF maupun usaha di UMKM juga diupayakan dapat memiliki kecerdasan finansial, memiliki produk yang bisa bersaing dan juga upaya agar UMKM naik kelas. Nantinya akan ada pelatihan, konsultasi hutang maupun kosultasi terkait produk dan pemasarannya.

“Kami ingin mewujudkan agar Purworejo menjadi modeling digital marketing atau bentuk ekosisten digital yang segera harus dibangun. Harapannya masyarakat Purworejo dan komunitasnya bisa memiliki ekosistem sendiri,” imbuhnya.

Bupati Agus Bastian menyambut baik apa yang diusulkan oleh IIBF. Menurutnya, apa yang dilakukan IIBF telah menginspirasi Pemkab dalam meningkatkan aktifitas UMKM di Purworejo.

“Yang kita hidupkan “Munduti Purworejo”. Karena sektor yang besar adalah pertanian, kita sudah suruh ASN beli hasil pertanian Purworejo. Selama ini sudah berjalan baik. Tidak pernah kita beli produk luar, buah saja tidak beli buah import,” kata Bupati.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh Pemkab selama ini merupakan upaya dan semangat untuk membantu UMKM dalam rangka untuk kemajuan UMKM.

“Pemkab konsisten dalam rangka membela UMKM agar dapat meningkatkan eknomi. Kami sudah berupaya mendatangkan investor. Akses pembiayaan terus kami bantu. Ke depan harapannya, kita bersama-sama dapat meningkatkan dan mensejahterakan UMKM kita,” kata dia. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.