Gerakan Guru Tonggo, Pensiunan Guru di Klaten Dilibatkan Didik Siswa SD di Lingkungannya

Kepala Disdik Klaten, Wardani. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Jajaran pendidik di tingkat sekolah dasar di Klaten, dilibatkan dalam gerakan sosial Guru Tonggo, yang digulirkan oleh Dinas Pendidikan setempat.

Para guru dan kepala sekolah SD di wilayah tersebut, diajak untuk mengajar para siswa SD di sekitar tempat tinggalnya. Bukan hanya guru aktif, para pensiunan guru SD pun bisa terlibat dalam kegiatan ini.

Kepala Disdik Klaten, Wardani mengatakan gerakan yang diinisiasi berdasarkan gerakan Jogo Tonggo ini, dilaksanakan demi memberikan pendidikan secara maksimal pada siswa SD, terutama kelas satu, dua, dan tiga.

“Konsep Guru Tonggo, yakni semua siswa SD di Klaten, adalah murid kita dan semua guru adalah guru kita. Karena itu guru tetap memberikan pendampingan, meskipun anak-anak di sekitar tempat tinggalnya tidak bersekolah di tempatnya bertugas,” kata Wardani, Jumat (12/3).

Dalam surat edaran (SE) nomor 420/0511/56/12 yang disampaikan Disdik Klaten, guru wajib memberikan pendampingan kepada tetangga terdekat di desanya.

“Kegiatan ini lebih bernilai sosial. Meskipun ada kewajiban untuk melaporkan kegiatannya. Saya minta guru tidak melihatnya sebagai beban, karena prinsipnya memaksimalkan materi pendidikan kepada siswa. Maka dari itu, gerakan ini juga bisa dilakukan oleh pensiunan guru SD karena melihat yang didampingi adalah siswa kelas 1, 2 dan 3 SD,” paparnya.

Menurutnya peserta didik kelas 1 hingga 3 SD memerlukan pendampingan lebih,  dibandingkan kelas di atasnya. Terutama untuk materi baca, tulis, hitung, hingga materi perkalian, pembagian, penambahan, dan pengurangan.

Materi tersebut kurang maksimal, apabila disampaikan secara online atau tanpa pembelajaran tatap muka. Apalagi tidak semua siswa kelas 1 hingga 3 SD di Klaten mendapatkan pendampingan yang optimal dari orang tua.

“Kami juga tidak mungkin membebankan seluruh pendampingan kepada orang tua siswa. Di sinilah fungsi dari Guru Tonggo. Sehingga diharapkan peserta didik bisa menyerap secara optimal dari materi pembelajaran dasar sebelum melanjutkan tingkat selanjutnya,” ujarnya.

Wardani menambahkan gerakan Guru Tonggo akan terus dilangsungkan hingga pandemi Covid-19 berlalu, atau minimal hingga pembelajaran tatap muka dilangsungkan kembali secara penuh.

“Gerakan ini akan terus digulirkan, minimal sampai pembelajaran tatap muka berlangsung secara penuh. Kalau masih dilangsungkan sebagian, kegiatan ini tetap mempunyai nilai plus karena siswa mendapakan pembelajaran tambahan,” ujarnya. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.