in

Gentong Pemandangan Alam Buatan WBP Bernilai Jutaan Rupiah

Warga binaan pemasyarakatan Rutan Batang, menunjukkan pemandangan alam dalam gantong gerabah, hasil karya Bujel. (Foto : Batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Semua keterbatasan sebagai Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Batang, tak menyurutkan Bujel untuk terus berkarya. Pria bertato kelahiran 38 tahun silam itu, membuat karya seni rupa bernilai jutaan rupiah, berupa miniatur alam (lanscape) dengan media gentong gerabah.

Bujel menuturkan, langkah awal pembuatan karya seni tersebut adalah dengan melubangi gentong di salah satu sisi, dengan teknik khusus agar tidak pecah.

“Ada tekniknya agar rapi dan tidak pecah,” kata dia, Sabtu (21/8) seperti dirilis Batangkab.go.id.

Menurut pria kelahiran Pekalongan tersebut, setelah proses melubangi gentong itu berhasil, langkah selanjutnya adalah membuat miniatur pemandangan dengan bahan utama semen dan ornamen seperti pohon dan daun buatan. Untuk pembuatan pemandangan alam, tergantung imajinasi atau pesanan.

“Agar tampak indah dan natural, dia menambahkan air terjun buatan. Hasilnya tampak pemandangan alam dengan jalan berkelok, dilengkapi jembatan dan air terjun. Untuk memperindah suasana, bujel juga memasang lampu warna, agar tampak lebih eksotis jika dilihat pada malam hari,” jelasnya.

Dua Hasil karyanya itu, dipajang di depan ruang Kepala Rutan lantai 2. Bahan Gentong tersebut bisa didapat dengan harga 200 ribuan. Jika telah jadi, kerajinan pemandangan alam di dalam gentong ini, bisa mencapai harga jutaan rupiah.

Dia mengaku, mendapat keahlian tersebut saat dirinya berada di Bali. Di sana dia melihat banyak sekali kerajinan, termasuk pemandanagan alam dalam gentong tersebut.

Di dalam rutan, dia memiliki banyak waktu luang untuk membuat kerajinan tersebut. Karena itu dia juga mengungkapkan rasa terima kasih pada Kepala Rutan Batang, yang telah memberi kesempatan padanya untuk berkarya.

Pria yang diganjar pidana empat tahun karena terjerat kasus narkoba tersebut, mengaku lebih bisa menikmati waktu karena ada kegiatan. Menurutnya dengan adanya kegiatan, tidak membosankan.

Sementara itu, Kepala Rutan Batang Rindra Wardhana mendukung kreativitas yang dilakukan bujel. Menurutnya masa pandemi bukan halangan untuk terus berkarya. Pihaknya pun semaksimal mungkin menyediakan sarana dan prasarana untuk tempat WBP belajar dan berekspresi membuat kerajinan.

“Kami berusaha menyediakan sarana dan juga bekerja sama dengan pihak lain, untuk kegiatan bimbingan ketrampilan bagi WBP. Pandemi bukan alasan tidak berkarya,” ujar dia.

Di dalam Rutan Batang, terdapat kegiatan ketrampilan, di antaranya pembuatan pot bunga, turus bunga, tempat tisu dari bahan sabut kelapa, pembuatan keset dari kain bekas, dan usaha peternakan cacing.

Dia berharap, kegiatan pembinaan kemandirian yang dikelola pihaknya, mendapat dukungan dari semua pihak. (HS-08)

Share This

Semarakkan HUT Ke-76 RI, Imadiba Gelar Lomba Secara Virtual

Wilayah Tak Terjangkau Vaksinasi Massal Terpusat, 34 Bus Keliling Polri ini Bakal Datang Melayani