in

Generasi Millenial Dituntut Perkuat Nilai Kebangsaan

Kuliah kebangsaan bertajuk “Pancasila Rumah Kita” digelar Unika Soegijapranata secara daring, Sabtu (30/10/2021).

 

HALO SEMARANG – Kuliah kebangsaan kembali digelar Unika Soegijapranata setiap awal tahun ajaran baru. Kendati rutin dilaksanakan, melalui Talenta Pro Patria Et Humanitate mendorong konsistensi memberikan wawasan kebangsaan.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Rektor Unika Soegijapranata, Dr Ferdinandus Hindiarto, SPsi, MSi sebagai nara sumber kuliah kebangsaan bertajuk “Pancasila Rumah Kita” yang digelar secara daring, Sabtu (30/10/2021).

Dalam pemaparannya, Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi mengatakan, Pancasila sebagai dasar negara memiliki nilai yang tinggi bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat wajib menjaga keberadaan Pancasila.

“Kita sepakat juga pada kehebatan dan kedasyatan Pancasila sebagai dasar negara, karena kita adalah warganegara kesatuan Republik Indonesia. Tapi kemudian jika kita membuka mata lebar-lebar maka kita akan melihat mulai munculnya fenomena adanya kelompok-kelompok yang akan mengubah Pancasila sejak tahun 2015, hingga puncaknya saat pelaksanaan Pemilihan Presiden pada tahun 2019,” paparnya.

Hendi menyebut, munculnya fenomena tersebut berakibat munculnya sekat-sekat di antara warga negara yang dilandasi oleh perbedaan yang sengaja dimunculkan oleh kelompok-kelompok yang akan mengubah Pancasila.

Namun, Hendi melanjutkan, pihaknya optimistis terkait kekuatan Pancasila. Terlebih menurutnya, para pengamat ekonomi di luar Indonesia telah memperkirakan bahwa Indonesia di tahun 2045 akan menjadi negara dengan poros ekonomi terkuat di dunia.

Lebih lanjut, dikutipnya dalam survei yang dilakukan Charity Aid Foundation (CAF) lembaga amal Inggris, menyatakan bahwa Indonesia adalah negara dengan kepedulian tertinggi di dunia.

“Maka sebenarnya ini membuktikan bahwa Pancasila sudah mendarah daging pada warga negara dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu pintar dan peduli menjadi representasi nilai-nilai Pancasila dalam revolusi industri 4.0 di Kota Semarang,” tuturnya dalam sesi pertama.

Sementara itu, Rektor Unika Soegijapranata, Dr Ferdinandus Hindiarto, SPsi, MSi menyampaikan, belajar menghayati Pancasila dapat dilakukan dari berbagai hal. Ia mencontohkan belajar menghidupi Pancasila dengan sepak bola.

“Saya terbiasa mengimani sebuah proses dalam suatu usaha, itu saya dapatkan dari sepak bola. Bahwa untuk bermain dua kali empat puluh lima menit itu latihannya sangat keras dan dilakukan selama berbulan-bulan setiap pagi dan sore,” ungkapnya.

Dalam kondisi tersebut, lanjutnya, terdapat sebuah keyakinan, sebuah proses yang di dalamnya terdapat koordinasi, kerja sama, saling menghormati, dan saling menghargai.

“Jadi segala hal tersebut memang ada dalam sepak bola. Tidak perlu harus menjadi pemain atau pelatih untuk bisa banyak belajar menghidupi Pancasila dari sepak bola, karena banyak pula buku yang ditulis oleh penulis hebat tentang nilai-nilai hidup dari sepak bola,” tukas mantan GM PSIS ini.

Terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Dr Berta Bekti Retnawati, SE, MSi mengatakan, maksud dan tujuan penyelenggaraan kegiatan kuliah kebangsaan merupakan gagasan dari Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Unika Soegijapranata.

Melalui kuliah kebangsaan, ia berharap dapat menguatkan keberadaan Pancasila sebagai penjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dengan perkembangan teknologi digital juga membawa pengaruh pada persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Maka kepada para milenial perlu kita ingatkan tentang kekuatan dan kesakralan Pancasila yang bisa menjadi andalan kita untuk menjaga kesatuan bangsa,” ujarnya.(HS)

Share This

Kembangkan Kreatifitas, MI Darul Hikmah Bantarsoka Gelar Wisata Literasi Guru dan Siswa

Satpol PP Semarang Bongkar 40 PKL Liar Di Sekitaran Pasar Johar