Gempa Pangandaran Terasa hingga Jateng

 

HALO SEMARANG – Sebuah gempa berkekuatan lebih kurang 5 maghnitudo, menguncang pangandaran pagi tadi. Getaran gempa dirasakan pula oleh warga hingga ke DIY dan sebagian Jawa Tengah bagian selatan.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berkedalaman 10 Km itu, berada 90 Km sebelah barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Walau demikian, gempa tidak berpotensi tsunami.

Seperti dirilis bmkg.go.id, dan dihimpun dari berbagai sumber, getaran gempa tak hanya terasa di Ciamis dan Tasikmalaya.

Warga di sebagian wilayah Jawa Tengah, yaitu di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Kebumen, dan Tegal, juga ikut merasakan.

Menurut data dari BMKG, untuk warga di wilayah yang berdekatan dengan episentrum gempa, yakni Sukabumi, Tasikmalaya, dan Pandandaran, getaran gempa bisa terasa hingga skala IV Modified Mercalli Intensity (MMI).

Adapun untuk wilayah yang lebih jauh, seperti Cilacap, Banyumas, Kutoarjo, Kebumen, dan Banjarnegara, getaran bisa dirasakan  hingga skala III MMI.

Skala Mercalli (MMI) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada 1902.

Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Untuk Skala I MMI, gempa hampir tidak dirasakan. Semakin besar angkanya, berarti gempa juga semakin kuat dirasakan. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.