in

Geliat Ikan Channa di Kalangan Anak Muda

Salah satu koleksi ikan channa milik Resa Yolanda (24) yang tinggal di Nglarang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

 

GELIAT masyarakat memelihara ikan hias menunjukkan peningkatan yang begitu signifikan bagi penggemarnya. Tidak hanya ikan cupang dan ikan koi, belakangan ini muncul jenis ikan baru yang ramai penyukanya, yakni ikan channa kerabat ikan gabus.

Spesies ikan ini menjadi primadona baru bagi para pecinta jenis ikan predator dalam akuarium kaca. Seperti yang dipelihara oleh pemuda bernama Resa Yolanda (24) yang tinggal di Nglarang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Resa sapaan akrabnya, memelihara puluhan ekor ikan channa atau snake head. Koleksinya tidak hanya dari Indonesia, namun juga dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Ia menuturkan, jenis ikan kesayangannya ini bisa dipatok dengan harga ratusan ribu, hingga tembus jutaan rupiah untuk ukuran 15 cm.

“Ini jenis channa auranti dari India, harganya lumayan kalau di pasar Indonesia,” katanya sambil menunjuk salah satu koleksi ikannya, Jumat, (16/7/2021).

Dijelaskannya, channa auranti berkualitas dan bercorak kebiru-biruan itu dapat tembus di angka Rp 7 juta dengan ukuran kurang dari 15 cm.

“Belum lagi kalau sudah ikut kontes dan menang, biasanya sampai puluhan juta. Bahkan milik rekan saya ada yang ditawar Rp 80 juta namun belum diberikan,” tuturnya.

Ia menyebutkan beberapa koleksinya selain channa auranti. Di antaranya, channa maru dari Borneo, dan channa asiatica dari negeri tirai bambu.

“Beberapa koleksi saya sudah ditawar Rp 3 juta lebih tapi tidak saya lepas, padahal ukurannya di bawah 15 cm,” paparnya.

Resa mengatakan, keunikan dari corak menjadikan ikan satu ini populer di kalangan pecinta ikan keluarga dari ikan gabus ini.

“Di sini biasa disebut ikan gabus, tapi ikan gabus lokal yang ada di sungai pulau Jawa dominan warna cokelat. Jadi yang sering dikoleksi dari luar Jawa atau negara di Asia,” katanya.

Ia mengakui banyak anak muda yang memelihara ikan channa, bahkan banyak yang mengikuti kontes. Sebab dalam perawatannya sangat mudah dibanding jenis ikan hias lainnya.

“Tidak perlu aerator, hanya tinggal memastikan PH serta suhu air. Untuk PH di angka 6,5 hingga 7, sedangkan suhu di bawah 30 derajat celcius. Untuk pakan bisa diberikan udang beku atau hidup, ikan kecil, magot kering, ataupun anak kodok. Menurut saya memelihara ikan channa jadi investasi karena harganya terus melambung,” kata Resa.

Selama satu tahun terakhir, ia dapat menjual puluhan ikan channa dari berbagai jenis. Mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

“Pembelinya macam-macam, ada yang cari ukuran tiga cm, ada juga yang 15 cm. Untuk harga dari Rp 100 ribu untuk channa lokal, hingga jutaan rupiah untuk channa dari luar negeri. Jual beli channa bisa dikatakan lumayan untuk tambah-tambah di tengah pandemi seperti ini,” paparnya.(HS)

Share This

Kunjungan Kerja Ke Semarang, Ini Yang Disampaikan Kapolri dan Panglima TNI

Punya Kemampuan Sebagai Barista