in

Geliat Bisnis Parcel dan Hantaran Mahar di Tengah Pandemi

Parcel dan hantaran pernikahan karya Himatul Uliya dan Taufik, pasangan suami istri warga Kota Pekalongan. (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Seserahan menjadi salah satu bagian penting dalam tradisi pernikahan. Biasanya, seserahan dikemas semenarik mungkin, sebelum diberikan ke calon pasangan.

Proses pengemasan ini, selain membutuhkan tenaga dan biaya, juga keterampilan yang tidak semua orang bisa melakukannya. Peluang inilah yang kemudian ditangkap oleh seorang Himatul Uliya dan Taufik, untuk mengembangkan usaha parcel seserahan, mahar, dan persewaan kotak hantaran. Melalui brand Ika Parcel, pasangan suami istri ini bisa mengeruk omzet jutaan rupiah dari usaha tersebut.

Himatul Uliya yang akran disapa Ika, seperti dirilis Pekalongankota.go.id, bercerita mulai membangun usaha parcel pada 2010. Namun untuk hantaran, dia baru memulainya tiga tahun kemudian.

Sejak masih bekerja di sebuah pasar swalayan, dia sudah menerima order pembuatan parcel. Hasilnya cukup memuaskan, karena tidak pernah kekurangan pembeli. Lalu ketika tempatnya bekerja mengalami pailit dan ditutup, dia semakin serius menggeluti usaha parcelnya.

Bersama suaminya, Ika mengembangkan sayapnya ke usaha pembuatan hantaran, souvenir dan mahar. Dalam mengerjakan pesanan, dia berbagi tugas dengan Taufik, sang suami.

Taufik mengerjakan kotak hantaran dan pembuatan mahar, sementara Ika menata isian hantaran dengan berbagai bentuk dan kreativitas.

Jika pesanan membludak, merekapun akan mempekerjakan saudara dan orang-orang di sekitarnya. Produk Ika Parcel, memiliki beragam harga, mulai dari Rp 35.000 untuk kotak plastik.

Dia juga menawarkan paket medium hingga paket premium, dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 350 ribu. Sementara untuk paket sewa premium isi empat dengan hiasan lampu, dipatok harga Rp 350 ribu.

Ika mengakui selama pandemi, dia mengalami penurunan omzet yang cukup tajam. Hal ini karena pada masa-masa seperti ini, warga yang menyelenggarakan hajatan pernikahan jauh berkurang.

Pada musim haji, biasanya dia bisa menerima pesanan ribuan souvenir gelas. Namun dalam masa pandemi, pesanan itu pun berhenti. Hal itu akibat kebijakan pemerintah Arab Saudi, yang menghentikan penerbangan, termasuk untuk haji dan umrah dari berbagai negara. Ika berharap pandemi bisa segera berlalu, sehingga para pelaku usaha seperti dirinya bisa kembali menggeliat. (HS-08)

Share This

Bupati Klaten Berharap Ada Lima Kampung Tangguh Narkoba

Bupati Hargai Partisipasi Perusahaan Swasta Percepat Vaksinasi