in

Gelar Tasyakuran HUT Kemerdekaan RI, Kades Di Kendal Ini Malah Terancam Masalah Hukum

Tangkap layar video kegiatan tasyakuran HUT ke-76 Kemerdekaan RI di Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kendal.

 

HALO KENDAL – Gara-gara nekat menggelar acara tasyakuran peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI, seorang yang diduga kepala desa di wilayah Kabupaten Kendal malah terancam masalah hukum. Hal itu setelah sebuah video yang beredar di wilayah Kendal, ada seorang yang menyelenggarakan kegiatan tasyakuran HUT Kemerdekaan RI, dan menolak dibubarkan polisi meski di wilayah Kendal masih masa PPKM.

Dalam video itu nampak orang yang diduga merupakan Kepala Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kendal, Widodo, tidak mengindahkan apa yang disampaikan oleh beberapa petugas Polsek Pegandon (membawahi wilayah Ngampel dan Pegandon).

Hal tersebut terjadi dalam sebuah acara peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI di Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Selasa malam (17/8/2021).

Menanggapi hal ini, Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto saat dikonfirmasi wartawan sangat menyayangkan sikap Kepala Desa Kebonagung yang tidak memberi contoh yang baik bagi warganya.

“Saya sudah mendapat laporan. Ya seharusnya seorang Kades bisa memberi contoh yang baik. Bukan malah berani melawan petugas yang mencoba mengingatkan agar acara dihentikan, karena masih dalam pelaksanaan PPKM,” kata Kapolres Kendal, Rabu (18/8/2021).

AKBP Yuniar menegaskan, pihaknya akan memproses masalah ini dan memanggil para pihak terkait penyelenggaraan acara tersebut.

Menurutnya dalam pelaksanaan PPKM dan aturan pemerintah, jelas bahwa belum boleh untuk mengadakan acara peringatan HUT Kemerdekaan yang bisa mengundang kerumunan warga. Pihaknya juga akan melakukan tracing dan jika banyak yang terpapar maka akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Ini jelas sudah melanggar aturan protokol kesehatan dan sudah kita ingatkan, tapi malah melawan. Jadi sangat kurang pas sebagai seorang Kades. Ya akan kita proses. Kalau hal ini didiamkan bisa jadi kontra produktif,” tandas Kapolres.

Sementara dalam rekaman video amatir jelas terlihat, orang yang berbaju putih diduga Kades Kebonagung, Widodo nampak sedang berdebat dengan Bhabinkamtimas setempat, Aiptu Ali Mashadi yang mencoba memberi arahan.

“Petugas sudah menyampaikan dengan baik, agar acara dihentikan karena melanggar prokes dan tidak berizin. Namun Pak Kades menanggapinya dengan nada tinggi, menolak untuk membubarkan acara yang dihadiri oleh banyak warga tersebut,” jelas Kapolres.

Bahkan Kapolsek Pegandon, AKP Zaenal Arifin yang sudah memperingatkan dengan baik agar acara yang mengundang kerumunan itu dihentikan karena melanggar protokol kesehatan, juga ditolak.

Menurut keterangan petugas di Polsek Pegandon, acara pada malam tersebut dihadiri tujuh penyanyi dan sekitar 200 warga. Selain itu banyak warga yang berkerumun dan juga banyak warga yang tidak memakai masker.

Sementara itu, Kepala Desa Kebonagung, Widodo belum bisa dikonfirmasi wartawan. Nomer telepon yang bersangkutan tidak aktif saat mencoba dihubungi.(HS)

Share This

Taj Yasin Ajak Penyintas Jadi Lakon

Diduga Kerap Dipakai Untuk Lokasi Mesum, Tempat Kos Di Wilayah Pedurungan Diprotes Warga