in

Gelar Sosialisasi Peningkatan Wawasan Kebangsan, Kesbangpol Hadirkan Pakar Politik Unwahas

Acara sosialisasi Sosialisasi Peningkatan Wawasan Kebangsan, yang digelar di Gedung Abdi Praja Pemkab Kendal, Sabtu (13/11/2021).

 

HALO KENDAL – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kendal menggelar Sosialisasi Peningkatan Wawasan Kebangsan, dengan tema “Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pada Masa Pandemi Covid-19 Melalui Gerakan Nasional Indonesia Tertib”, di Gedung Abdi Praja, Pemkab Kendal, Sabtu (13/11/2021).

Sosialisasi yang dihadiri para jurnalis dari berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun media online tersebut, menghadirkan pembicara utama, Joko J Prihatmoko, selaku Pakar Politik dan Dosen Fisip Unwahas Semarang, Kepala Kesbangpol Kabupaten Kendal, Suharjo, dan dari Diskominfo Kendal, Juweni.

Suharjo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para awak media yang bertugas di Kendal, yang selama ini sudah bekerja sama dengan baik bersama Kesbangpol Kendal.

Dirinya juga meminta kepada para awak media, untuk solid dalam mendukung program pemerintah melalui pemberitaan yang positif dan mendidik masyarakat. Dengan demikian tuntunya pers punya peran dalam menjaga Kamtibmas.

“Sinergitas ini penting bagi kami. Pasalnya tanpa kontrol dari teman-teman media Pemerintah tidak akan berkembang. Saya berharap kita saling terbuka dan berdiskusi sehingga bisa mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kendal,” ungkap Suharjo.

Senada diungkapkan Kabid IKP Diskominfo Kendal, Juweni. Dirinya membenarkan bahwasannya salah satu tugas jurnalis yaitu meliput berita secara faktual, objektif dan berimbang. Sehingga bisa memberikan informasi semua program pemerintah dan dapat terpublikasi, dan sangat mudah di konsumsi masyarakat.

“Salah satu program Pemkab Kendal, untuk menyampaikan informasi ke masyarakat agar nyambung. Karena keterbatasan informasi, banyak berita hoax. Sehingga ada sebagian masyarakat yang antipati kepada program pemkab karena terpengaruh dengan informasi hoax. Untuk itulah peran media sangat dibutuhkan untuk meluruskan informasi yang tidak benar,” ujar Juweni.

Selain itu, dengan kegiatan Kesbangpol ini, tidak hanya memperkaya wawasan masyarakat, namun informasi yang disampaikan nantinya diharapkan juga dapat menangkal berita bohong atau hoax yang saat ini banyak bersliweran, terutama melalui media sosial.

“Saya berterima kasih kepada Kesbangpol dan awak media di Kendal. Karena dengan sinergi yang dijalin ini, nantinya juga akan dapat menangkal hoax. Ketika kita bersatu, maka kita bisa menangkal informasi-informasi yang bersifat hoax. Karena ini tugas kita bersama,” ungkap Juweni.

Sementara itu dalam pemaparan materinya tentang Strategi Ketahanan Nasional Melawan Pandemi, Pakar Politik dan Dosen Fisip Unwahas Semarang, Joko P Prihatmoko menyampaikan, pemerintah terus berupaya menekan laju peningkatan penularan Covid-19.

“Di sisi lain, pemerintah juga berusaha untuk menanggulangi dampak yang timbul akibat pandemi ini, salah satunya di bidang ekonomi. Sebab keselamatan dan ketahanan ekonomi masyarakat merupakan prioritas utama,” ujarnya.

“Pemerintah pada prinsipnya selalu menempatkan keamanan dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama, di samping menjaga ketahanan ekonomi dalam menghadapi pandemi Covid-19,” imbuh Joko.

Menurutnya strategi yang harus dimulai lagi dari ketahanan yang paling dasar, yakni ketahanan individu dan keluarga. Kemudian baru meluas kepada ketahanan komunitas. Dari tingkat RT/RW, kelurahan/desa, kecamatan, hingga kabupaten/kota.

Sehingga program seperti Jogo Tonggo yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dinilai sangat efektif dalam mencegah dan menanggulangi pandemi Covid-19.

Meski kenyataannya masih adanya penyebaran saat ini, di Indonesia praktik-praktik ketahanan sudah dimulai tingkat RT dan RW, dalam merespon guncangan ancaman dan risiko.

“Respon masif dalam menghadapi guncangan pandemi terlihat dari inisiatif RT dan RW. Basis ketahanan nasional inilah yang harus diperhatikan dalam kerangka merekontruksi strategi ketahanan nasional menghadapi guncangan, ancaman dan risiko, termasuk ancaman wabah global yang mematikan,” pungkas Joko.(HS)

Share This

Kata Supir Bus Yang Ditabrak Truk Kontainer Di Mijen: Bawa Delapan Penumpang Selamat Semua

Kongres Amerika Serikat Puji Kerukunan Masyarakat Indonesia