Gelar Seminar Internasional Online dengan Peserta Terbanyak, STIE Semarang Catatkan Rekor MURI

Senior Manager MURI, Sri Widayati menyerahkan penghargaan rekor MURI kepada Ketua STIE Semarang, Dr ST Sunarto sebagai penyelenggara Seminar Internasional tentang Kebangkitan Koperasi secara online dengan kategori jumlah peserta terbanyak, Selasa (28/7/2020).

 

HALO SEMARANG – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Semarang berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai penyelenggara kegiatan Webinar Internasional tentang Kebangkitan Koperasi di Era Tatanan Hidup Baru, dengan kategori jumlah peserta terbanyak.

Yaitu sebanyak 4.446 peserta yang terdiri dari 1069 lembaga atau instansi, baik dalam maupun luar negeri.

Ketua STIE Semarang, Dr ST Sunarto mengatakan, seminar internasional secara online yang digelar STIE Semarang tentang Kebangkitan Koperasi Di Masa New Normal, sekaligus untuk memperingati Hari Koperasi Nasional yang ke-73. Sebab, kata dia, STIE Semarang mempunyai kepedulian terhadap perkembangan koperasi.

“Karena bagaimana pun STIE Semarang merupakan kelanjutan dari Akademi Koperasi (Akop), dan kini menjadi STIE Semarang, yang diakui satu satunya PTS di wilayah 6 ini yang berbasis koperasi,” katanya, usai acara penyerahan penghargaan Rekor MURI kepada STIE Semarang yang menggelar webinar internasional tentang Kebangkitan Koperasi untuk kategori jumlah peserta terbanyak, di kampus STIE Semarang, Selasa ( 28/7/2020).

Dengan adanya penghargaan rekor MURI yang diberikan ini, kata dia, akan menjadi penyemangat pihaknya untuk bisa memberikan manfaat melalui pemikiran terutama untuk perkembangan koperasi.

Ketua Panitia Seminar, Zulkifli mengatakan, dalam seminar internasional tentang Kebangkitan Koperasi ini dengan menghadirkan 4 orang nara sumber, yaitu dua narasumber dari dalam negeri.

Untuk nara sumber lokal, Sandiaga Uno diundang sebagai penggerak UMKM sekaligus Founder OK OCE, kemudian Kamrussamad, Founder KAHMI Preneur sekaligus anggota Komisi XI DPR RI.

Sedangkan dua nara sumber lainnya dari luar negeri, yaitu Nico Irawan dosen Rajamanfala University of Tech Krungthep, Thailand dan Vikram Sign Waraich, dosen dari Kurukshetra University Haryana, India.

“Sebenarnya dalam seminar internasional ini panitia hanya menargetkan 1000 peserta. Tapi karena antusias peserta yang tinggi, sehingga jumlah peserta membludak sampai 4400 peserta lebih yang berasal dari 11 negara,” terangnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.